Menteri Jonan: Kita Harus Adaptif Terhadap Perubahan Zaman

JAKARTA - Menteri ESDM, Ignasius Jonan kemarin (26/2) bertemu dengan seluruh pegawai Ditjen EBTKE untuk membagikan pandangan dan arahan nya kepada seluruh Pejabat Pimpinan Tinggi, Administrasi, Fungsional dan Pelaksana yang hadir memenuhi Aula Gedung Ditjen EBTKE.

Pada kesempatan ini, Menteri Jonan menyoroti 4 (empat) kegiatan yang akan menjadi revolusi besar untuk Indonesia dan dunia, yaitu energi terbarukan baik untuk kelistrikan dan transportasi, kendaraan listrik, transaksi online, dan kecerdaan buatan termasuk 5G dalam berbagai kegiatan, mulai kesehatan sampai pabrikasi. "Ini semua akan mengubah peradaban," tutur Jonan.

Jonan mengungkapkan sorotan dan kehadiran nya untuk bertemu seluruh pegawai Ditjen EBTKE karena unsur yang pertama itu renewable energy. "Renewable ini baik untuk kelistrikan. Saya mati-matian akan terapkan 23%. Walau sampai saat ini masih kurang lebih 13%. Saya kurang puas, kalau bisa di tahun 2025 target dapat tercapai di 23%," tandasnya.

de5d1cd64e129a96fa861a95ebae9d5a_p.jpeg

Menteri Jonan berpesan agar seluruh pegawai Ditjen EBTKE tidak hanya melaksanakan pekerjaan yang sifatnya administratif semata, tetapi inisiatif menggunakan ilmu yang telah diperoleh untuk dapat mengembangkan EBTKE secara lebih masif di Indonesia. Di banyak negara, Jonan mencontohkan, artificial intelligent ini jadi pesaing yang luar biasa bagi sumber daya manusia. Contohnya adalah London Taxi, yang dulu biaya produksinya sekitar 400 juta rupiah, saat ini pabrikasi dikerjakan menggunakan robot dan biaya produksinya sekitar 120 juta rupiah. Kondisi inilah yang menuntut kita semua untuk dapat mengikuti perubahan zaman dan teknologi agar dapat bersaing dan meningkatkan efisiensi dalam negeri.

"Mau tidak mau, kita semua harus ikut dalam perubahan yang cepat ini, karena kalau tidak, akan ada dampak besar dari polusi. Itu yang kita tidak pernah sadar, yaitu biaya kesehatan. Biaya kesehatan suatu bangsa akan mempengaruhi masa depan bangsa itu," tegas Menteri Jonan

Pada akhir arahannya, Menteri Jonan mengingatkan kembali seluruh jajaran di Ditjen EBTKE untuk bersama-sama mengembangkan EBTKE secara optimal demi masa depan Indonesia dan posisinya dalam perubahan zaman. Jonan mengatakan bahwa dalam 10 tahun terakhir ini tidak ada satupun perusahaan ekstraktif yang masuk dalam 10 perusahaan terbesar di dunia. "Ini yang bahaya sekali. Akan datang, bahwa suatu hari perusahaan-perusahaan bisnis (Microsoft, Google, Apple, Amazon) membeli perusahaan minyak. Kalau itu terjadi, itu revolusi besar untuk sektor energi di dunia," ujarnya. Menurut Jonan, sektor energi, khususnya renewable energy seharusnya bisa masuk lebih baik di Indonesia, karena sektor energi kita itu masih jauh dari efisien. "Jadi tolong semua pegawai harus bisa ikuti perubahan zaman, harus inovatif dan manfaatkan ilmu yang sudah dimiliki," pungkas Jonan. (RWS/DLP)

72832e5fff09c9b39ac620a50268dce2_p.jpeg

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center