PJB Didorong Cermati Peluang Investasi dan Potensi Bisnis EBT

SURABAYA - Direktur Jenderal EBTKE, F. X Sutijastoto mengharapkan PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) membuka peluang investasi subsektor EBTKE untuk mendorong percepatan pengembangan EBTKE. Hal tersebut diungkapkannya saat hadir pada Forum Bisnis tahun 2020 PT. PJB yang digelar kemarin (24/2).

"Untuk mencapai 23% dalam 5 tahun kedepan, kita harus berupaya. Nah disini pentingnya PJB. Kami berharap PJB dapat bersinergi dengan kita, sekaligus menjadi bisnisnya PJB," ujar Dirjen Toto.

Menurut Toto, PLN merupakan tulang punggung Pemerintah dalam mencapai target 23%. Sebagai perusahaan pembangkitan listrik dan salah satu anak perusahaan PT. PLN, PJB diharapkan dapat mencari potensi-potensi bisnis EBT yang berkaitan dengan PJB. Peningkatan investasi subsektor EBT akan berdampak positif terhadap percepatan pengembangan EBT dan pencapaian target bauran EBT.

"Acara seperti ini penting untuk kita karena PLN merupakan tulang punggung kita dalam mencapai target 23%, silahkan mencari potensi-potensi bisnis EBT yang berkaitan dengan PJB, nantinya kita menyelaraskan ke dalam roadmap bersama," tandas toto.

Pada kesempatan tersebut, Toto mengingatkan pula bahwa energi merupakan pendukung penting kegiatan ekonomi nasional. Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara, yaitu pemerataan, inovasi dan teknologi. Faktor lain yang paling penting dan tidak boleh ketinggalan menurutnya yaitu kualitas sumber daya manusia dan pangan. Kedua faktor inilah yang menjadi penentu pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karenanya menjadi sangat penting untuk mengelola energi dengan baik.

"Kedepannya perkembangan industri smelter membutuhkan energi yang murah dan ini peluang juga bagi PJB. Nah hambatannya adalah sistem kelistrikan yang belum sempurna. Permasalahannya ternyata, dari yang tadinya dimasukan kedalam RUPTL PLN tahun 2019 akhirnya tidak jadi, so target kita itu ada tambahan menjadi 17 Ribu MW," imbuh Toto. Ia berharap PJB dapat mencari peluang investasi untuk mendukung pencapaian target 17 Ribu MW, antaralain melalui pengembangan PLTS, biomassa atau apapun yang selaras dengan tujuan PJB. (RWS)