Sebanyak 150 PJU-TS dan 1000 LTSHE Terangi Warga Sumedang

SUMEDANG - Sebagai salah satu upaya Pemerintah dalam memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia untuk mewujudkan keadilan energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan 150 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) dan 1000 unit Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kepada masyarakat di Kabupaten Sumedang.

Simbolis serah terima dilaksanakan hari ini (4/4) oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM, dan Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) kepada perwakilan masyarakat dan disaksikan langsung oleh Bupati Sumedang.

Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Kementerian ESDM dan mengharapkan program ini dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumedang. "Dengan dipasangnya LTSHE di daerah yang belum teraliri listrik dan PJU-TS dapat menjadi solusi bagi jalan-jalan yang belum terjangkau listrik PLN, sehingga diharapkan akan berdampak terhadap peningkatan perekonomian rakyat. Kalau jalannya sudah terang, maka masyarakatnya tentu akan semakin semangat," pungkas Dony.

Selain penyerahan secara simbolis, pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM Dadan Kusdiana memaparkan capaian kinerja sektor ESDM kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jajaran PKK Kabupaten Sumedang, Dharma Wanita Kabupaten Sumedang, Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para Camat, Para Kepala Desa, Ketua BPD, Para Kepala Sekolah, Organisasi masyarakat, Karang Taruna, Mitra Kerja Dinas Sosial, Para Pelajar dan Mahasiswa.

Dadan Kusdiana mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM berupaya keras untuk mewujudkan keadilan di sektor energi. "Tugas pertama dari KESDM adalah menyediakan energi secara merata dengan harga terjangkau, misalnya beli BBM di Sumedang dengan di Kalimantan dan Papua harga nya sama semua, nah ini tugas KESDM yang pertama harus ada, kedua harus terjangkau. Listrik juga sama untuk kelompok pelanggan tertentu pasti sama harganya, ini yang kami jaga di KESDM," tuturnya.

Sementara itu, Rida Mulyana memaparkan tiga cara Kementerian ESDM melistriki masyarakat Indonesia yang sampai saat ini belum berkesempatan menikmati listrik. Pertama, melalui program listrik pedesaan (Lisdes) yang dilakukan oleh PLN dengan menyambung tiangnya lebih panjang. Kedua, membangun infrastruktur offgrid seperti PLTMH dan PLTS. Ketiga, memberikan LTSHE. "Tugas pemerintah yang sedang dilakukan dan akan dilakukan hanya 3 dalam hal kelistrikan, yaitu pertama menyediakan listrik yang cukup (jumlahnya dan merata), kedua harus ada dan terakhir harganya harus terjangkau," tandasnya.

Rida juga mengharapkan dukungan Pemda Sumedang untuk mengembangkan pembangkit renewable energy karena mayoritas yang dipakai sekarang berasal dari energi fosil. "Dalam dua tahun kita sudah membangun PJUTS untuk 1500 km jadi dari skalanya masif, manfaatnya lebih banyak dinikmati oleh saudara-saudara kita dikegelapan dan juga untuk keamanan disuatu desa", papar Rida. Ujung akhir yang ingin dicapai adalah keadilan sosial melalui energi berkeadilan. LTSHE merupakan salah satu bentuk untuk mewudukan energi berkeadilan dalam bentuk penerangan, yang diperhitungkan sebagai bagian dari pencapaian rasio elektrifikasi. (RWS)

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center