Antisipasi Virus Corona, Ditjen Migas Bagikan Medical Kit

Jakarta, Dalam rangka mengantisipasi dan pencegahan virus corona atau covid-19, Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Iwan Prasetya Adhi, Kamis (5/3) pagi, membagikan 750 paket medical kit kepada seluruh ASN/pegawai dan tenaga penunjang di lingkungan Ditjen Migas. Pemberian paket dilakukan secara simbolis kepada 10 pegawai.

"Pemberian 750 paket medical kit ini merupakan bentuk perhatian Pimpinan Kementerian ESDM kepada seluruh ASN/pegawai dan tenaga penunjang yang bekerja di lingkungan Gedung Ibnu Sutowo Ditjen Migas, agar senantiasa menjaga daya tahan tubuhnya sehingga terhindar dari wabah penyakit yang tengah berkembang saat ini di belahan dunia," kata Iwan dalam kesempatan tersebut.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, pemberian paket medical kit ini juga merupakan trigger agar seluruh ASN/pegawai dan tenaga penunjang di lingkungan Ditjen Migas, senantiasa mengedepankan perilaku hidup sehat.

Selain membagikan medical kit, sebelumnya Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan Sosialisasi Kesiagaan Risiko Penularan Infeksi Covid-19 di Auditorium Migas, Selasa (3/3).

"Melalui sosialisasi ini, diharapkan kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai virus corona atau covid-19, termasuk bagaimana mencegahnya," ungkap Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Ditjen Migas Mukti Yunarso, mewakili Sesditjen Migas.

Edukasi yang diperoleh ini, diharapkan juga dapat disebarluaskan ke lingkungan terdekat seperti keluarga dan tetangga. "Mengingat banyaknya info yang beredar di luar, melalui sosialisasi ini diharapkan para pegawai di lingkungan Ditjen Migas mendapatkan informasi yang benar mengenai virus corona, menerapkan ke keluarga kecilnya, sekaligus menyebarluaskan ke lingkungan terdekat," katanya.

Mondy Ramdhani Eka dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia di bawah Kementerian Kesehatan RI, memaparkan, virus covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada Desember 2019 yang menyerang sistem pernapasan.

Faktor pemicu virus ini adalah tidak sengaja menghirup percikan air liur dari bersin atau batuk dari penderita virus covid-19, kontak jarak dekat dengan penderita. "Virus corona atau covid-19 dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih beresiko menyerang orang tua, orang yang sedang sakit dan orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah," paparnya.

Gejala terinfeksi virus covid-19, pada awalnya mirip flu. Pada hari pertama hingga ke tiga, gejala yang ditunjukkan adalah mirip masuk angin, sakit ringan tenggorokan, tidak demam, tidak lelah, namun masih makan dan minum secara normal.

Pada hari ke empat, pasien mulai sedikit sakit tenggorokan, suara mulai serak, suhu tubuh berkisar antara 36,5 derajat celcius, mulai anoreksia atau sulit menelan makanan dan sakit kepala dan diare ringan.

Selanjutnya pada hari ke lima, sakit tenggoran, suara serak, tubuh panas ringan, tubuh lelah dan merasakan nyeri pada persendian.

Gejala hari ke enam yaitu demam ringan sekitar 37 derajat celcius, batuk dengan lender atau batuk kering, sakit tenggorokan saat makan, berbicara atau menelan, mudah lelah disertai rasa mual dan sesekali sulit untuk bernapas. Juga, diare dan muntah-muntah.

"Pada hari ke tujuh, penderita mulai demam lebih tinggi dari sebelumnya yaitu sekitar 37,4 hingga 37,8 derajat celcius, batuk dan dahak lebih banyak, nyeri pada tubuh dan kepala berbobot seperti batu (berat), serta diare dan muntah bertambah banyak.

Kondisi pada hari ke delapan, demam di atas level 38 derajat celcius, sulit bernapas. Setiap kali bernapas, dada terasa berat dan batuk terus menerus. Penderita juga merasa sakit kepala, nyeri sendi dan punggung.

Hari ke sembilan, gejala tidak berubah, malahan bertambah buruk. Demam berantakan atau semakin tinggi. Sementara batuk tidak mereda, tetapi lebih memburuk dari sebelumnya.

Sebagai deteksi dini virus covid-19 ini, dapat dilakukan uji sampel darah, tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel darah serta rontgen dada.

Untuk menghindari virus ini, upaya preventif yang dapat dilakukan adalah menghindari bepergian ke negara yang terinfensi virus, menggunakan masker pada saat beraktivitas di tempat umum, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas di luar ruangan.

"Hindari kontak dengan hewan. Bila berkontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya. Pastikan juga memasak daging-dagingan sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Terakhir, jangan menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum mencuci tangan," papar Mondy.

Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai virus covid-19, dapat menghubungi Kementerian Kesehatan di (021) 5210-411 atau 081212123119. (TW)