Bantu Perekonomian Pasca Gempa, Pemerintah Bagikan 650 Konkit Nelayan Kecil di Lombok Utara

Lombok Utara, Sebagai salah satu upaya memulihkan kembali perekonomian masyarakat di Nusa Tenggara Barat pasca gempa bumi beberapa waktu lalu, Pemerintah membagikan 650 paket perdana Konverter Kit (Konkit) BBM ke LPG untuk Kapal Perikanan Bagi Nelayan Kecil di Pantai Sedayu, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (29/11).

Dalam penyerahan bantuan ini, Pemerintah diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial. Hadir pula dalam acara tersebut, Staf Ahli Bupati Lombok Utara, Sinar Wugiyarno serta Marketing Branch Manager Bali dan NTB PT Pertamina (Persero), Doni Indrawan.

"Tujuan utama program ini, Pemerintah ingin menaikkan taraf hidup nelayan. Membantu nelayan yang selama ini memakai BBM, menggantinya dengan LPG yang lebih hemat. Selain itu, Lombok merupakan tempat wisata. Kita harus jaga supaya tetap bersih dengan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan," ujar Ego dalam sambutannya.

Manfaat dari LPG seperti emisi gas buang yang rendah, menurut Ego, akan membuat penurunan tingkat pencemaran lingkungan secara signifikan. Konversi BBM ke LPG menjadi bentuk perlindungan lingkungan untuk generasi mendatang.

Sementara dari sisi ekonomi, penggunaan 1 tabung LPG 3 kg, setara dengan 7 liter bensin. Penggunaan LPG memberikan penghematan sampai dengan sekitar 30% dengan asumsi tanpa ada subsidi. Bila dengan subsidi yang berlaku sekarang ini baik untuk bensin maupun LPG, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50%.

Mengingat bantuan ini menggunakan anggaran negara, Ego mengharapkan agar nelayan kecil dapat memeliharanya dengan baik. "Untuk nelayan yang dapat konkit, barangnya dirawat dengan baik ya, Pak," pesan Ego.

Bantuan paket konkit gratis tersebut, mendapat apresiasi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. "Kami memberikan apresiasi bagi Pemerintah Pusat yang membantu menumbuhkan perekonomian masyakat kecil terutama nelayan kecil di Lombok Utara yang jumlahnya 1.800 orang. Kami haturkan terima kasih. Semoga bermanfaat membangkitkan kembali ekonomi nelayan," kata Staf Ahli Bupati Lombok Utara, Sinar Wugiyarno

Mengingat belum semua nelayan di Lombok Utara kebagian konkit gratis, Sinar mengharapkan agar program ini dapat berkelanjutan.

Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. 0116.K/10/DJM.I/2018, nelayan calon penerima paket perdana konverter kit diusulkan oleh dinas yang membidangi kelautan dan perikanan daerah, memiliki kapal dengan ukuran lebih kecil atau sama dengan 5 GT (Gross Ton), berbahan bakar bensin, kapal yang digunakan memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP (Horse Power), jenis alat tangkap yang digunakan adalah alat tangkap yang ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis dan memiliki Kartu Nelayan/Kartu Kusuka.

Untuk diketahui, Pemerintah telah membagikan 5.473 paket konkit di 10 kabupaten/Kota, tahun 2017 sebanyak 17.081 paket di 28 kota/kabupaten dan pada tahun 2018, dilaksanakan pembagian sebanyak 25.000 unit paket perdana konverter kit di 53 kabupaten/kota.

Untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat sendiri, mendapatkan paket konkit sebanyak 1921 paket dengan perincian: Kota Mataram sebanyak 200 paket, Kabupaten Lombok Timur sebanyak 571 paket, Kabupaten Lombok Tengah 500 paket dan Kabupaten Lombok Utara sejumlah 650 paket. (TW/WS)

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center