Capaian Subsektor Migas 2020, Target dan Program Prioritas Tahun 2021

Jakarta, Pandemi Covid-19 tak menyurutkan kinerja Kementerian ESDM, khususnya subsektor minyak dan gas bumi selama tahun 2020. Investasi sektor ESDM tahun 2020 mencatatkan nilai yang signifikan sebesar US$ 24,4 miliar, di mana subsektor migas masih memberikan kontribusi investasi terbesar yaitu US$ 12,1 miliar. Ditargetkan pada tahun 2021, total investasi sektor ESDM mencapai US$ 36,4 miliar di mana US$ 17,6 miliar berasal dari subsektor migas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers awal tahun mengenai capaian tahun 2020 dan program kerja tahun 2021 sektor ESDM, Kamis (7/1) siang.

Menteri Arifin memaparkan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM tahun 2020 mencatatkan realisasi (sementara) 120% dari target. Pada APBN-P 2020, PNBP sektor ESDM ditargetkan sebesar Rp 90,7 triliun, sementara realisasinya sebesar Rp 108,7 triliun. Realiasi PNBP tersebut, terdiri dari PNBP Migas sebesar Rp 69,7 triliun (131%), Mineral dan Batubara sebesar Rp 34,6 triliun (110%), EBTKE sebesar Rp 2 triliun (154%) dan penerimaan lainnya sebesar Rp 2,4 triliun (51%). Penerimaan lainnya tersebut, terdiri dari iuran badan usaha hilir migas, DMO Migas, penjualan data, jasa sewa, penerimaan BLU dan lainnya.

Pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) di mana pada tahun 2020 telah terbangun 135.286 Sambungan Rumah (SR) di 23 kabupaten/kota dan pada tahun 2021 ditargetkan akan ada tambahan sebanyak 120.776 SR.

"Pembangunan jargas memanfaatkan gas untuk kebutuhan domestik agar dipergunakan secara optimal karena lebih praktis dan ramah lingkungan dibandingkan BBM," kata Menteri ESDM.

Di sisi hulu, realisasi lifting migas tahun 2020 mencapai 1.682 mboepd atau sebesar 99,1% dari target APBN-P 2020, terdiri dari lifting minyak 707 mbopd atau 100,1% dari target (705 mbopd). Sementara realisasi lifting gas sebesar 975 mboepd atau 98% dari target (992 mboepd). Sedangkan target lifting migas tahun 2021 sesuai APBN ditetapkan sebesar 1.712 mboepd, terdiri atas lifting minyak sebesar 705 mbopd dan lifting gas 1.007 mboepd.

Sementara terkait kebijakan penyesuaian harga gas menjadi US$ 6 per MMBTU di plant gate yang bertujuan meningkatkan daya saing industri nasional dan mendukung penyediaan tarif listrik yang kompetitif, pada tahun 2020 telah dilakukan penyesuaian harga dengan volume sebesar 2.601 BBTUD, dialokasikan untuk Industri Tertentu sebesar 1.205 BBTUD dan Pembangkit PLN sebesar 1.396 BBTUD.

Hingga akhir 2020, program BBM Satu Harga telah menjangkau 253 lokasi, atau bertambah 83 lembaga penyalur pada 2020. Kementerian ESDM akan menambah 76 lembaga penyalur di tahun 2021 dan ditargetkan terbangun total 500 lembaga penyalur pada tahun 2024.

Terkait program prioritas subsektor migas tahun 2021, Menteri Arifin menyampaikan terdapat 6 program yaitu pembangunan jargas sebanyak 120.776 SR, pembagian paket konversi BBM ke LPG untuk nelayan dan petani yang berjumlah 56.000 paket, studi jargas skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), penyiapan lelang wilayah kerja migas, dukungan pembangunan pipa transmisi dan distribusi gas, serta layanan pengawasan BBM 1 Harga. (TW)