Delapan Target Subsektor Migas Tahun 2021

Jakarta, Pemerintah c.q. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menetapkan delapan target besar untuk tahun 2021. Penawaran wilayah kerja (WK) migas merupakan salah satu dari target tersebut, di mana rencananya akan ditawarkan 10 WK migas secara bertahap.

"Di tahun 2021 ini, kami sedang menyiapkan penawaran atau lelang WK Migas sejumlah 10 WK. Dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan akan menarik investor untuk berinvestasi pada kegiatan usaha hulu migas di Indonesia. Bentuk kontrak akan fleksibel sebagaimana diatur oleh Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 tahun 2020 yang bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bentuk kontrak dalam lelang WK Migas selanjutnya," papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam jumpa pers secara daring terkait capaian subsektor migas 2020 dan target 2021 di Gedung Ibnu Sutowo, Senin (18/1).

Target kedua adalah pemanfaatan gas domestik yang diupayakan mencapai 65% yang akan diserap oleh industri dan kelistrikan.

Pemerintah juga menargetkan lifting Migas untuk 2021 sebesar 705 MBOPD dan lifting gas bumi sebesar 1007 MBOPD. Sehingga total lifting migas sebesar 1.712 MBOPD. Sedangkan ICP sebesar US$ 45 per barel.

Sementara investasi migas, ditargetkan investasi tahun 2021 sebesar US$ 17,59 miliar dengan kontribusi dari hulu sebesar US$ 12,38 miliar dan hilir sebesar US$ 5,2 miliar

Target kelima adalah kebijakan implementasi penyesuaian harga gas untuk industri tertentu dan kelistrikan, tahun ini terus berjalan. "Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian terkait yaitu Kemenperin untuk monitoring dan evaluasi dari kebijakan yang sudah berjalan ini agar sesuai dengan harapan, penyerapan tenaga kerja, peningkatan daya saing industri sehingga memberikan multiplier efek yang lebih baik untuk tumbuhnya perekonomian nasional," ungkap Tutuka.

Pemerintah juga melanjutkan Mandatori B30. Kementerian ESDM telah menetapkan alokasi FAME sebesar 9,2 juta KL yang apabila seluruhnya terserap dan dengan asumsi MOPS Minyak Solar sama besar dengan rata-rata MOPS pada tahun 2020, potential saving akibat subsitusi solar menggunakan FAME dapat mencapai US$ 76 miliar.

Lebih lanjut Tutuka memaparkan, target ketujuh adalah pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) dan pembagian konverter kit untuk nelayan dan petani. Kegiatan infrastruktur ini juga menyerap hampir 87,8% anggaran untuk belanja publik

Untuk tahun 2021, rencananya akan dibangun 120.776 sambungan rumah (SR) di 21 lokasi kabupaten/kota. Diharapkan jargas yang mulai dibangun tahun 2009, hingga 2021 ini akan terbangun total 793.998 SR. Pembangunan jargas di tahun 2021 diperkirakan akan menyerap sekitar 12.000 pekerja dalam pelaksanaannya.

"Pemerintah juga akan melaksanakan pembagian Konkit Nelayan 28.000 paket di 22 provinsi dan Konkit Petani sejumlah 28.000 paket di 15 provinsi," tambahnya.

Target kedelapan adalah Ditjen Migas berupaya untuk menyelesaikan isu-isu nasional dengan beberapa strategi. Antara lain, terkait isu meningkatkan investasi, pemulihan kondisi atau pandemic recovery, maka untuk meningkatkan investasi hulu migas, strategi yang dilakukan adalah dengan cara penerapan flexibilitas cost recovery atau gross split, promosi potensi 128 cekungan di Indonesia dan 68 cekungan yang belum dikembangkan, akses data hulu migas untuk investor (open data), skema usulan insentif untuk pengembangan daerah remote dan laut dalam, serta peningkatan investasi kegiatan migas non konvensional.

Sedangkan strategi meningkatkan investasi hilir migas dilakukan melalui upaya kerja sama Pemerintah dan badan usaha untuk pembangunan kilang GRR dan RDMP, penyederhanaan perizinan hilir migas, harga gas bumi yang affordable, promosi pembangunan insfrastruktur migas terintegrasi, serta terus mendukung implementasi Keputusan Menteri ESDM Nomor 13 tahun 2020 terkait perubahan bahan bakar diesel ke bahan bakar gas. (TW)