Hindari Penyebaran Virus Covid-19 di Kantor dan Isolasi Mandiri di Rumah? Yuk Lakukan Ini...

Jakarta, Hampir satu tahun pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Dengan cepat, virus ini menginfeksi banyak orang, di mana saja, termasuk juga di tempat kerja.

Di sisi lain, lantaran jumlah penderita Covid-19 semakin besar, banyak rumah sakit pun tak dapat lagi menampung pasien. Dokter akan menentukan pasien yang dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau harus dirawat di rumah sakit. Biasanya, pasien tanpa gejala atau bergejala ringan hingga sedang, dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

Dr. Andika Chandra Putra, Ph.D, Sp.P(K) dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dalam acara Sharing Session Bincang Kesehatan terkait Covid-19 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM secara virtual, Jumat (22/1), menerangkan, durasi interaksi memegang peranan penting untuk menekan penyebaran virus Covid-19. Untuk di perkantoran, harus dilakukan pembatasan pegawai yang masuk agar tidak terjadi kerumunan.

Selain itu, posisi duduk juga dihindari berhadapan. Posisi duduk zig-zag sangat disarankan untuk menekan penularan. "Para pegawai juga harus membatasi kontak dengan rekannya," tambah Andika.

Cara lainnya adalah menjaga sirkulasi udara dengan membuka jendela secara berkala. Apabila tidak memungkinkan jendela ruangan dibuka atau harus menggunakan pendingin udara atau air conditioner (AC) secara terus-menerus, maka ruangan tersebut harus dilengkapi dengan filter AC.

Andika juga menyarankan agar para pegawai tidak mengambil posisi duduk yang langsung berhadapan dengan AC. "Harus perhatikan flow AC. Jangan duduk langsung di depan AC," katanya.

Dokter yang bertugas di RS Persahabatan tersebut, juga meminta agar pertemuan atau rapat tatap muka, dilakukan di ruangan terbuka.

Sementara untuk isolasi mandiri yang dilakukan di rumah, pasien harus diberikan edukasi apa yang harus dilakukan, seperti mengukur suhu tubuh 2 kali sehari, menggunakan masker jika keluar kamar dan saat berinteraksi dengan anggota keluarga. Selain itu, sesering mungkin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak dengan keluarga, mengupayakan kamar tidur sendiri atau terpisah dan menerapkan etika batuk.

Langkah lain yang harus dilakukan adalah setelah selesai makan, alat makan dan minum segera dicuci dengan air dan sabun dan berjemur matahari minimal 10-15 menit setiap hari.

Pakaian yang telah dipakai sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong plastik/wadah tertutup yang terpisah dengan pakaian kotor keluarga lainnya dan segera dicuci.

"Jangan lupa segera memberi tahu petugas pemantau atau keluarga jika terjadi peningkatan suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius," tambah Andika.

Sama seperti di perkantoran, Andika juga menyarankan agar jendela kamar dibuka secara berkala, kamar dibersihkan setiap hari dengan desinfektan. "Apabila memungkinkan, menggunakan APD ketika membersihkan kamar. Setidaknya menggunakan masker dan sarung tangan," katanya.

Sementara untuk anggota keluarga yang tinggal bersama pasien Covid-19, harus senantiasa menggunakan masker, menjaga jarak minimal 1 meter, rajin mencuci tangan, jangan menyentuh daerah wajah kalau tidak yakin tangan bersih dan membersihkan sesering mungkin daerah yang tersentuh pasien seperti gagang pintu.

Bincang kesehatan yang diselenggarakan Ditjen Migas ini, dibuka oleh Sesditjen Migas Iwan Prasetya Adhi dan diikuti oleh para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian ESDM dan Ditjen Migas, serta para pegawai. (TW)