Kontrak WK South Jambi B Ditandatangani, Komitmen Kerja Pasti Capai Rp 900 Miliar

Jakarta, Pemerintah terus berupaya mengembangkan minyak dan gas bumi Indonesia. Bertempat di Ruang Damar Kementerian ESDM, Kamis (20/12) petang, dilakukan penandatanganan kontrak kerja sama bagi hasil gross split Wilayah Kerja (WK) Produksi South Jambi B. Total investasi sebesar US$ 65 juta, terdiri dari nilai investasi komitmen kerja pasti (KKP) mencapai US$ 60 juta atau sekitar Rp 900 miliar dan bonus tanda tangan sebesar US$ 5 juta atau Rp 75 miliar.

WK ini merupakan hasil Penawaran WK Migas Tahap II Tahun 2018 dengan Kontraktor adalah Jindi South Jambi B Co. Ltd. Di Indonesia, Jindi juga merupakan operator dari WK Merangin II melalui PT. Seleraya Merangin Dua yang telah diakuisisi sejak 2 Februari 2018.

Adapun rincian KKP 5 tahun pertama dari Kontrak ini adalah :
1. Study G&G.
2. Seismik 2D 300 km.
3. Seismic 3D 400 km2.
4. 3 sumur eksplorasi.

WK South Jambi B saat ini masih dioperasikan oleh ConocoPhilips (South Jambi) B yang akan berakhir kontraknya pada tanggal 25 Januari 2020. "Dengan demikian, kontrak kerja sama dari Jindi South Jambi B Co. Ltd., untuk WK South Jambi B ini akan berlaku efektif pada tanggal 26 Januari 2020 dan jangka waktu kontrak selama 20 tahun," papar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto dalam laporannya.

img-20181220-wa0023.jpgWakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dalam penandatanganan ini mengatakan bahwa Kementerian ESDM menginginkan agar Kontraktor dapat melaksanakan komitmen kerja pasti sesuai sesuai dengan proposal yang diajukannya. Apabila komitmen kerja pasti tidak terpenuhi, maka uang sebesar US$ 60 juta tersebut akan disetorkan ke Pemerintah.

"Jadi yang dinamakan komitmen kerja pasti adalah uang yang sudah menjadi milik Pemerintah tapi digunakan untuk kegiatan eksplorasi baik di South Jambi B atau di open area. Itu diperbolehkan," kata Wamen.

WK South Jambi B terakhir berproduksi sekitar 2011. Puncak produksi minyak terjadi tahun 2005 sebesar 512 barel per hari. Sedangkan produksi gas mencapai puncak tahun 2006 sebesar 23 MMSCFD.

Perkiraan cadangan minyak di WK ini sekitar 0,6 juta barel. Sedangkan untuk cadangan gas P1 sebesar 270 BCF, P2 sebesar 439 BCF dan P3 sebesar 823 BCF.

Meski operator WK South Jambi B masih di tangan ConocoPhillips, menurut Wamen, Jindi dapat bekerjasama dengan perusahaan tersebut untuk mulai melakukan upaya-upaya meningkatkan produksinya. (TW)

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center