Menteri Arifin Lantik 31 Pejabat Eselon II: Penyegaran dan Percepatan Program Strategis Kementerian ESDM

Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif melantik dan mengambil sumpah 31 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Kementerian ESDM, Senin (1/2). Lantaran jumlahnya yang cukup banyak dan sesuai dengan protokol kesehatan, pelantikan dilaksanakan di unit masing-masing secara tatap muka dan virtual.

Pejabat yang dilantik ini terdiri dari 25 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang mengalami rotasi, 1 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama hasil Seleksi Terbuka, 1 Direktur Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, 1 Pejabat Fungsional Penyelidik Bumi Ahli Utama dan 3 Pimpinan SKK Migas.

Untuk Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, terdapat empat Pejabat yang dilantik yaitu:

  1. Alimuddin Baso, S.T., M.A.B. sebagai Sekretaris Ditjen Migas, menggantikan Iwan Prasetya Adhi, S.E. yang mendapat jabatan baru sebagai Kepala Biro Keuangan pada Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM.
  2. Soerjaningsih, M.K.K.K. sebagai Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas. Soerjaningsih sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pembinaan Program Migas pada Direktorat Jenderal Migas.
  3. Noor Arifin Muhammad, S.T., M.SIE. sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi. Jabatan sebelumnya adalah Inspektur III pada Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM.
  4. Wakhid Hasyim, M.T sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Sebelumnya Wakhid menjabat sebagai Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, rotasi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ini dalam rangka penataan karena adanya jabatan pimpinan tinggi (JPT) yang lowong dan penyegaran karena JPT sudah menduduki jabatan selama 2 tahun atau lebih dan peningkatan kinerja organisasi serta percepatan program-program strategis Kementerian ESDM.

"Saat ini masih di awal tahun 2021, waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi kinerja sektor energi dan sumber daya mineral karena pengelolaan energi dan sumber daya mineral diharapkan menjadi penggerak dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat yang erat kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi," ucap Menteri Arifin.

Menteri ESDM lebih lanjut mengatakan, dalam memenuhi kebutuhan energi nasional, Indonesia masih tertumpu pada pemanfaatan energi fosil terutama minyak bumi. Pemerintah terus berupaya untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber energi lainnya seperti gas bumi, batubara dan energi baru terbarukan yang potensinya cukup besar dimiliki Indonesia.

Ditengah kondisi perekonomian yang sulit ini, sektor ESDM masih memberikan kontribusi yang besar untuk pendapatan nasional. Realisisasi PNPB Sektor ESDM 2020 mencapai Rp 108,7 triliun atau 120% dari target. Selain itu, pada tahun 2020 sektor ESDM juga berkontribusi pada investasi nasional sebesar US$ 24,4 miliar yang terdiri dari subsektor migas US$ 12,1 miliar, listrik sebesar US$ 7 miliar, minerba sebesar US$ 3,9 miliar dan EBTKE sebesar US$ 1,4 miliar.

Realisasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp 5,9 triliun atau 94,1% dari pagu total Rp 6,2 triliun. Realisasi Tahun 2020 merupakan realisasi terbesar selama 11 tahun terakhir. Disamping itu, kinerja pengelolaan anggaran juga semakin baik ditandai dengan nilai SMART sebesar 92,24 di mana lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 79,16) dan capaian nilai IKPA sebesar 94,97 atau lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 91,17. "Laporan keuangan KESDM juga mendapat predikat WTP dari BPK selama 4 tahun berturut-turut," tambahnya.

Pengelolaan kepegawaian semakin baik terbukti dengan mendapat penghargaan BKN Award sebagai Kementerian Terbaik kedua kategori perencanaan kebutuhan, pelayanan pengadaan, kepangkatan dan pensiun, penilaian sistem merit kategori "Baik" dari KASN dan penilaian LHKPN kategori "Terbaik" dari KPK.

Menteri Arifin menuturkan, pada tahun 2021 Kementerian ESDM mempunyai beberapa program strategis. Untuk subsektor migas, program strategisnya antara lain Pembangunan Infrastruktur Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga 120.776 Sambungan Rumah, Pembagian Konverter Kit BBM ke Bahan Bakar Gas untuk Nelayan dan Petani 56.000 paket.

"Untuk itu saya minta kepada seluruh jajaran Kementerian ESDM untuk meningkatkan kinerja dan sinergi serta membuat terobosan, agar target program strategis tersebut dapat tercapai, karena kinerja Kementerian ESDM akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," ungkap Menteri ESDM.

Sedangkan untuk SKK Migas, Menteri meminta agar target lifting minyak tahun 2021 sebesar 705 ribu barel minyak per hari (BOPD) dan lifting gas 5.638 juta MMSCFD harus dapat tercapai dan ditingkatkan dengan melakukan berbagai upaya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pejabat yang dilantik dan agar tetap sabar dan semangat dalam bekerja di masa pandemi ini. "Saya khusus berdoa semoga kita dilindungi Allah SWT," katanya. (TW)