Menteri Arifin: Tingkatkan Produksi Migas dengan Konsep Baru

Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendorong pengembangan lapangan minyak dan gas bumi untuk meningkatkan produksi, dengan menerapkan metode, teknologi dan konsep baru.

"Perlu ada upaya eksplorasi baik pada lapangan lama (mature) dan daerah baru yang masih segar (fresh) dengan menerapkan metode, teknologi dan konsep baru guna mempercepat produksi minyak," kata Arifin saat memimpin rapat Peningkatan Produksi Migas di kantornya, Jakarta (9/3), sebagaimana dilansir laman Kementerian ESDM.

Arifin juga meminta dilakukan pemutakhiran data-data migas agar lebih bisa memberikan gambaran potensi migas yang jelas kepada investor. Selain itu, perlunya reaktivasi dan evaluasi sumur-sumur minyak tua yang sudah tidak berproduksi dengan optimal.

"Segera evaluasi dan reaktivasi kurang lebih 13.000 sumur yang masih under performed misal karena produksi air tinggi, shut-in yang tersebar di Indonesia, untuk dapat kembali diproduksikan," tukas Arifin.

Menteri Arifin mengatakan hal itu mengingat Indonesia diketahui memiliki potensi 128 cekungan eksisting yang masih perlu dieksplorasi.

Peningkatan produksi migas dengan mencari terobosan-terobosan baru merupakan salah satu arahan Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas mengenai Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2020 serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021, di Kantor Presiden, Senin (9/3).

"Defisit neraca perdagangan dan transaksi berjalan pada tahun 2021 harus semakin turun. Untuk itu, perlu diberikan prioritas pengembangan industri substitusi impor, melanjutkan kebijakan bioenergi ke program B40-B50, serta langkah-langkah terobosan dalam rangka meningkatkan lifting minyak," kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menekankan bahwa fiskal tahun 2021 harus dapat memberikan stimulus, merangsang peningkatan daya saing ekonomi nasional, penciptaan nilai tambah serta mendorong pemerataan pembangunan. Daya tarik investasi juga harus terus ditingkatkan agar bisa membuka banyak lapangan kerja baru. (TW)