Menteri ESDM Bagikan 2.375 Unit Konkit Untuk Nelayan di Sulawesi Selatan

Makassar, Dalam rangka melaksanakan diversifikasi energi dari Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), memberikan energi yang bersih dan murah serta meningkatkan taraf hidup masyarakat, Pemerintah membagikan 2.375 paket perdana konverter kit (konkit) secara gratis kepada nelayan kecil di Provinsi Sulawesi Selatan.

Pembagian paket konkit diberikan secara simbolis oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan kepada nelayan kecil di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat Siang (29/9).

Penyerahan konkit untuk nelayan ini disaksikan pula oleh Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Ego Syahrial, Perwakilan Komisi VII DRI RI Mukhtar Tompo, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso, Walikota Makasar Mohammad Ramadhan Pomanto, perwakilan Bupati Maros, Soppeng serta Jeneponto.

Pembagian 2.375 unit konkit di Sulawesi Selatan ini merupakan bagian dari 16.981 unit yang dibagikan untuk nelayan kecil tahun 2017, tersebar di 26 kabupaten/kota yaitu Kabupaten Demak, Pasaman Barat, Banyuwangi, Jembrana, Tuban, Lombok Barat, Lombok Timur, Makasar, Gorontalo, Karangasem, Pasuruan, Cilacap, Sukabumi, Probolinggo, Mamuju, Labuhan Batu, Agam, Pemalang, Pekalongan, Lamongan, Malang, Maros, Jeneponto, Soppeng dan Kota Padang, Makassar dan Surabaya.

2b83951ccc86920df51e257252895c11.jpg

Konkit yang dibagikan di Sulawesi Selatan sebanyak 2.375 unit, dengan perincian: nelayan Kota Makassar mendapat 1.375 unit, Kabupaten Maros mendapat 425 unit, Jeneponto 371 unit dan Soppeng mendapatkan 204 unit paket konverter kit. Pembagian konkit akan dilaksanakan mulai tanggal 29 September hingga akhir November 2017.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengharapkan dengan penggunaan LPG untuk melaut ini, dapat meningkatkankesejahteraan para nelayan kecil. Berdasarkan testimoni nelayan yang telah mendapatkan konkit tahun 2016, penghematan yang diperoleh setelah menggunakan LPG dapat menghemat Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari. "Kalau dari konkit yang sudah berjalan di 2016 itu, seperti di provinsi-provinsi lain, penghematannya satu hari mungkin bisa Rp. 40.000 per hari, Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Tapi rata-rata Rp 40.000 per hari. Lumayan," ujarnya.

Manfaat lain yang dirasakan nelayan dengan menggunakan bahan bakar LPG untuk melaut adalah lebih aman dibandingkan menggunakan bensin. Jarak melaut juga lebih jauh karena kinerja mesinnya lebih baik.

Program pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG dikhususkan untuk nelayan kecil yang memiliki kapal dengan ukuran 5 GT, berbahan bakar bensin, memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP, menggunakan jenis alat tangkap yang ramah lingkungan serta belum pernah menerima bantuan sejenis.

Selain itu, merupakan nelayan kecil dengan aktivitas mencari ikan sekitar 10 jam perhari atau bisa disebut one day fishing. Paket konversi BBM ke LPG yang akan dibagikan adalah menggunakan mesin penggerak berbahan bakar bensin, tabung LPG 3 kg sebanyak 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer, dll) serta as panjang dan baling-baling.

81db31b46e3bb746f360210b132ebafb.jpg

Titik serah pembagian konkit untuk nelayan di Sulawesi Selatan akan dilaksanakan di beberapa lokasi yaitu:

1.Kota Makassar dibagikan mulai dari tanggal 29 September- 20 November

  • Birinkana , Tamalan Rea, Talo Talo
  • Desa Boloa Tamalate
  • Ujung Pandang, Mariso (Desa Lae-Lae)
  • Ujung Tanah (Barang Caddi)
  • Ujung Tanah (Kodingareng)

2. Kabupaten Jeneponto dibagikan mulai dari tanggal 23 Oktober - 4 November

  • Bangkala Barat
  • Tamalatea
  • Binamu
  • Tarowang

3. Kabupaten Soppeng dibagikan mulai dari tanggal 9 November - 18 November

  • Limpomajang
  • Kaca

4. Kabupaten Maros dibagikan mulai dari tanggal 10 November - 19 November

  • Kuri Caddi
  • PPI Bonto Bahari
  • Dusun Bina Sangkara
  • Jembatan Puteh. (DK)