Pakai Jargas, Bu Ira Kini Tak Ribet Lagi

Jakarta, Masyarakat Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, sejak pertengahan tahun 2020 sudah dapat menikmati manfaat jaringan gas untuk rumah tangga (jargas). Mengalirnya gas ke rumah-rumah ini, disambut gembira para ibu rumah tangga, termasuk Irawati (41), warga Kelurahan Tumenggung.

"Sekarang nggak perlu takut kehabisan gas lagi. Dulu kalau kehabisan LPG pagi hari, sering bingung karena warung-warung yang jual LPG kan belum buka. Padahal harus bikin sarapan untuk anak-anak. Kalau sekarang sudah nggak 'ribet' lagi," tutur warga Jalan Kusuma Bangsa tersebut.

Dengan adanya jargas, Ira merasa sangat terbantu. Selain tak perlu takut kehabisan gas untuk memasak, jargas juga lebih dirasa lebih aman daripada menggunakan LPG. "Kalau kita pergi jauh, tinggal dimatikan saja kerannya. Gampang dan aman. Sementara pakai LPG, kan harus dicopot konektornya. Kadang mau dipasang lagi juga susah, harus ganti karet di tabungnya dulu," terang Ira.

Selama beberapa bulan menggunakan jargas, Ira membayar Rp 24.000 per bulan. Menurutnya, hal ini lantaran dirinya belum maksimal menggunakan jargas. "Kompor yang dibagikan hanya 1 tungku. Jadi supaya cepat memasaknya, saya juga masih memakai kompor lama yang menggunakan LPG. Nanti saya mau minta tolong petugas supaya diubah, sehingga jargasnya bisa menggunakan kompor saya yang 2 tungku," katanya.

Sebelum menggunakan jargas, untuk memasak Ira membutuhkan 3 tabung LPG 3 kg per bulan. Setelah ada jargas, dia hanya membutuhkan 1 tabung saja.

Kemudahan menggunakan jargas, juga dirasakan Yuliana (55). Nenek yang membuka usaha warung kopi ini, mengaku dapat berhemat dengan adanya jargas. "Biasanya saya menggunakan 3 tabung LPG 3 kg selama satu bulan yang harganya sekitar Rp 18.000 per tabung. Kalau sekarang pakai jargas, bayarnya Rp 44.000 untuk satu bulan," papar Yuliana.

Meski awalnya sempat merasa was-was, Yuliana tidak merasa takut menggunakan jargas setelah mendapat sosialisasi dari petugas. "Mulanya deg-degan juga. Tapi setelah mendapat penjelasan petugas, saya nggak takut lagi," tambahnya.

Ira dan Yuliana bersyukur menjadi salah satu dari 4.000 sambungan rumah di Kabupaten Lamongan yang mendapatkan fasilitas yang diberikan Pemerintah secara gratis tersebut.

"Saya sudah tahu lama ada jargas ini dari Bulik (tante) yang tinggal di Surabaya. Waktu saya ke rumahnya, beliau bilang untuk usaha kateringnya menggunakan jargas. Pastinya lebih murah karena kalau usaha kan pasti sangat memperhitungkan mana yang lebih ekonomis," ungkap Ira.

Jargas Kabupaten Lamongan dibangun dengan dana APBN tahun anggaran 2019. Sebanyak 4.000 SR dibangun di 7 kelurahan yaitu Tumenggung, Sukorejo, Sidoharjo 2, Tlogoanyar, Jetis, Banjarmendalan dan Sidokumpul. Untuk tahun 2019, Pemerintah membangun jargas 74.496 SR di 16 lokasi.

Gas bumi untuk daerah ini dipasok dari Wilayah Kerja (WK) Madura Offshore dan Lapangan Jambaran Tiung Biru WK Cepu, sebanyak 0,2 MMSCFD.

Pembangunan jargas merupakan salah satu program yang mendukung diversifikasi energi dan dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi melalui pipa bagi sektor rumah tangga. Dengan menggunakan dana APBN, pengoperasian dan pengembangan jargas ditugaskan kepada BUMN. Untuk jargas Lamongan, pengoperasiannya dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

Tujuan dari program pembangunan jargas adalah memberikan akses energi kepada masyarakat, memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar gas bumi, membantu ekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan dan mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.

Jargas juga bermanfaat mengurangi emisi gas buang yang akan membuat penurunan tingkat pencemaran lingkungan secara signifikan.

Menyukseskan program pembangunan jargas bukan hanya menjadi tugas Pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan kerja sama semua pihak termasuk penugasan Pemerintah kepada BUMN Migas. Semua pihak harus berkontribusi dalam penyediaan alokasi gas bumi, ketersediaan dan pengoperasian infrastruktur untuk penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga, serta jaminan ketersediaan pasokan gas bumi bagi para masyarakat pengguna.

BUMN dan badan usaha swasta dapat terlibat dalam penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga yang optimal. Selain itu diperlukan juga keterlibatan badan usaha untuk layanan pemeliharaan infrastruktur penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa, sehingga penggunaan gas bumi untuk sektor rumah tangga oleh masyarakat pengguna dapat dirasakan manfaatnya secara berkesinambungan.

Pemerintah berkomitmen untuk mendukung seluruh aspek yang berkaitan dengan program jargas ini. Diantaranya aspek regulasi yang menjamin kepastian alokasi gas bumi, mendorong BUMN dan badan usaha swasta untuk dapat terlibat dalam penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga yang optimal, menetapkan harga gas bumi khususnya untuk sektor rumah tangga yang optimum dan juga menyiapkan porsi subsidi yang tepat sasaran untuk mendukung program konversi terjadi.

Kemudian, sebagai langkah pendorong dan memasyarakatkan pemanfaatan gas bumi untuk sektor rumah tangga, Pemerintah juga mendukung konversi dengan membangun infrastruktur penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa.

Untuk diketahui sampai dengan akhir tahun 2019, telah dilaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga yang dibangun Pemerintah dengan biaya APBN sejumlah 400.269 SR yang terdistribusi di 17 provinsi, 49 kabupaten/kota. Sementara pada tahun 2020, Pemerintah membangun 127.864 SR di 23 kabupaten/kota. (TW)