Pelepasan Direktur Tekling Adhi Wibowo Masuki Purna Bhakti

Jakarta, Dalam hidup, ada saat di mana kita harus beristirahat dari penatnya dunia, dari hiruk pikuk dunia kerja, mendapatkan kesempatan lebih banyak bersama keluarga, serta mendekatkan diri dengan Sang Pencipta. Setelah hampir 33 tahun mengabdikan diri sebagai ASN Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Adhi Wibowo, terhitung 1 Desember 2020 memasuki purna bhakti.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian Adhi Wibowo, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan acara pelepasan di Ruang Auditorium Gedung Ibnu Sutowo, Senin (30/11). Hadir dalam kesempatan ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji, mantan Dirjen Migas yang kini menjabat sebagai Sekjen DEN Djoko Siswanto, Tenaga Ahli Menteri ESDM Hufron Asrofi dan para pejabat eselon II di lingkungan Ditjen Migas. Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh para pegawai secara virtual.

Dirjen Migas Tutuka Ariadji dalam pertemuan tersebut mengucapkan terima kasih atas kerja keras yang dilakukan Adhi Wibowo selama mengabdi sebagai ASN Kementerian ESDM. "Selaku Dirjen Migas, saya menghaturkan terima kasih atas pengabdian Pak Adhi selama puluhan tahun, konsisten, menjadi contoh, serta mentor dan atasan yang baik," katanya.

Dia mengharapkan agar ilmu dan teladan yang diberikan Adhi dapat berguna bagi generasi penerusnya. Bekerja puluhan tahun di Kementerian ESDM termasuk bergelut di industri migas yang penuh warna, dapat diakhiri sosok yang murah senyum ini dengan baik. "Prestasi dan pengorbanan Pak Adhi tidak terlepas dari dukungan keluarga. Semoga kita dapat menarik pelajaran dari Pak Adhi," tambahnya.

Hal senada juga dikemukakan mantan Dirjen Migas Djoko Siswanto. Ia juga mengharapkan agar silaturahmi dapat tetap terjaga. "Mohon maaf apabila ada salah selama berteman dan semoga silaturahmi tetap terjaga," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan SK Pensiun dari Sesditjen Migas Iwan Prasetya Adhi kepada Adhi Wibowo, serta kenang-kenangan dari Ditjen Migas. Sebaliknya, Adhi menyerahkan Memori Jabatan.

Mengawali sambutannya pada acara pelepasan ini, Adhi yang merupakan kelahiran Yogyakarta 60 tahun silam tersebut, bersyukur masih diberikan kesehatan dan berpesan agar semua pegawai Ditjen Migas menjaga kesehatannya. "Banyak yang tahu rutin menjaga kesehatan itu penting, tapi susah sekali (melakukannya). Tolong dijaga kesehatannya, olahraga yang rutin," pesan Adhi.

Hal yang membanggakan Adhi selama menjabat sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, antara lain pencapaian Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas meraih wilayah bebas korupsi (WBK). Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 132.K/08/MEM/2020 tentang Unit Kerja Wilayah Bebas dari Korupsi di Lingkungan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang ditetapkan Menteri ESDM Arifin Tasrif tanggal 30 Juni 2020.

Selama 2 tahun lebih menjabat sebagai Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, menurut Adhi sangat berkesan. Ia memohon maaf atas segala kesalahan dan tetap bersedia membagi pengalaman dan pemikirannya untuk mendukung Ditjen Migas.

Adhi di mata stafnya, seperti diungkapkan Rina Shanti Sijabat adalah sosok yang rendah hati dan mengayomi. "Tidak segan melebur ke bawah. Sering menceritakan pengalamannya, baik yang enak maupun tidak enak dengan tujuan menjadi pembelajaran bagi kami," ucap Shanti.

Mewakili rekan-rekannya, Shanti mengucapkan selamat karena Adhi mampu mengakhiri karirnya dengan cemerlang. "Tidak banyak yang mampu mengakhiri pertandingan seperti Bapak. Tidak semua bisa pensiun sebagai eselon II. Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Terima kasih sudah mau menjadi pemimpin kami dan mohon maaf kalau kami tidak maksimal membantu Bapak dalam bekerja. Semoga sukses dalam perjalanan berikutnya," tutupnya.

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dan foto bersama. (TW)