Penandatanganan Berita Acara Hibah Kerja Sama Ditjen Migas – NEDO

Jakarta, Bertempat di Gedung Heritage Kementerian ESDM, Senin (29/3), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji menyaksikan penandatanganan berita acara serah terima (BAST) hibah kerja sama Ditjen Migas dan NEDO. Aset yang dihibahkan adalah SPBG CNG di Karawang.

Penandatanganan ini juga mengakhiri kerja sama Demonstration Project for the Spread of Compressed Natural Gas Vehicles and Refueling Infrastructure Including Support of Development of Sustainable Environment, dan sekaligus dilakukan penyerahan Policy Recommendations: Institutional Design for Compressed Natural Gas Vehicles and Refueling Infrastructure in Indonesia.

Dalam acara yang digelar secara virtual ini, mewakili pihak Indonesia adalah Sesditjen Migas Alimuddin Baso dan pihak Jepang diwakili oleh Mr. Kobayashi Masanori selaku Direktur Energy Conservation Technology Department NEDO dan juga disaksikan oleh Mr. Kobayashi Izuru selaku Executive Director NEDO. Hadir pula, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Muhamad.

Executive Direktor NEDO Mr. Kobayashi Izuru dalam kesempatan itu menyatakan kegembiraannya dapat bekerjasama dengan Indonesia, sekaligus memperluas penggunaan CNG. "Saya sangat senang karena kita dapat menyelesaikan proyek kendaraan CNG, infrastruktur, serta dukungan-dukungan lainnya yang bertujuan memperluas pemanfaatan CNG di Indonesia," katanya.

Kobayashi mengatakan, Indonesia telah menetapkan target yang tinggi untuk mengurangi efek gas rumah kaca, seperti mengurangi ketergantungan pada minyak bumi sebanyak 22% pada tahun 2025. Indonesia juga bertekad menggunakan gas bumi dalam berbagai bidang, termasuk transportasi untuk mengurangi ketergantungan pada BBM. Dengan penggunaan kendaraan yang menggunakan teknologi Jepang, Kobayashi berharap dapat memberikan kontribusi pada tujuan yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Dirjen Migas dan NEDO juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas pelaksanaan kerja sama yang telah dilaksanakan oleh kedua belah pihak sejak MoU ditandatangani pada 11 Desember 2017 hingga berakhirnya kerja sama ini pada bulan Maret 2021, termasuk pada Pertamina selaku Migas Entrusted Party, dan juga NEDO Entrusted Parties (Toyota Motor Corporation, Toyota Tshusho Corporation, Hino Motors Ltd., Toho Gas Engineering Co. Ltd, dan Japan Automobile Research Institute).

Indonesia dan NEDO telah menjalin kerja sama yang cukup lama, melalui berbagai proyek. Dalam pelaksanaannya, sejumlah tantangan juga dihadapi seperti pandemi Covid-19 dan banjir yang sempat merusak peralatan di gudang. "Dengan situasi tersebut, kalau sekarang bisa selesai, itu karena ada kerja sama yang baik antara kedua belah pihak," kata dia.

Mengakhiri sambutannya, Kobayashi mengharapkan agar kerja sama ini semakin memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang yang telah terjalin selama 60 tahun.

Senada dengan Kobayashi, Dirjen Migas Tutuka Ariadji mengapresiasi kerja sama ini dan mengharapkan agar di masa depan dapat lebih ditingkatkan lagi.

Lebih lanjut Tutuka mengungkapkan, Indonesia mendukung pemanfaatan energi bersih yang merupakan energi transisi menuju energi terbarukan. "Dengan kerja sama ini akan mempercepat dan mendukung terwujudnya energi bersih, dalam hal ini pd sektor transportasi. Kami mendukung sepenuhnya apa yang dilakuka NEDO," tambahnya.

Potensi gas bumi di Indonesia masih cukup besar dan Pemerintah menargetkan produksi gas dapat mencapai 12 BSCFD. Upaya yang dilakukan, antara lain mengoptimalkan sumber-sumber gas dari lapangan yang sudah ada, serta meningkatkan eksplorasi. "Untuk mewujudkan target tersebut, kami memerlukan banyak kerja sama, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor," ujar Tutuka. (TW)