Perdana, Bantuan Konkit Gratis Bagi Nelayan Kota Samarinda

Samarinda, Untuk pertama kalinya nelayan kecil di Samarinda mendapat bantuan paket perdana konverter kit untuk nelayan kecil secara gratis. Dukungan antusias dari pemkot Samarinda disertai juga dengan acara Gerakan Makan Ikan. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto, membagikan 143 unit paket perdana konverter kit untuk nelayan kecil di Samarinda disaksikan oleh Walikota Samarinda H. Syaharie Jaang, SVP Gas Dom PT Pertamina (Persero) Jumali serta Direktur Operasional PT Pertagas Achmad Herry.

Pembagian konverter kit BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil merupakan salah satu upaya Pemerintah melakukan diversifikasi energi yaitu menyediakan alternatif energi yang dapat digunakan. Pemilihan LPG sebagai energi alternatif yang dapat digunakan oleh nelayan karena sudah akrab atau familiar di masyarakat serta kinerja mesin penggerak yang menggunakan LPG relatif sama untuk motor berdaya rendah.

"Program konkit ini sebenarnya ditujukan supaya biaya operasional nelayan lebih rendah sehingga pendapatan nelayan bisa membaik. Dengan konverter kit berbahan bakar LPG, nelayan bisa menghemat biaya operasional penggunaan LPG sampai dengan sekitar 30% dengan asumsi tanpa ada subsidi. Bila dengan subsidi yang berlaku sekarang ini baik untuk bensin maupun LPG, maka penghematan yang diperoleh bisa mencapai sekitar 50%," papar Djoko.

Selain itu, perawatan konkit ini lebih mudah dan pasti mesinnya lebih bersih karena menggunakan gas. "Jadi mohon dirawat baik-baik dan dimanfaatkan semaksimal mungkin," tambahnya.

Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG terdiri atas beberapa komponen yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kg, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dll).

img-20181125-wa0037.jpgWalikota Samarinda H. Syaharie Jaang, menyampaikan terima kasih kepada kebijakan Pemerintah cq Kementerian ESDM yang memperhatikan nelayan kecil. Bantuan konkit nelayan membantu ekonomi nelayan.

Sementara itu, SVP Gas Dom PT Pertamina (Persero) Jumali menyatakan dukungannya terhadap program ini. "Kami atas nama Pertamina mengapresiasi Pemerintah/stakeholder dalam hal ini kementerian ESDM atas program konversi BBM ke LPG bagi Nelayan Kecil di Samarinda. Tentunya kami pihak Pertamina siap mendukung kelancaran program ini dengan menyiapkan kebutuhan refill LPG tabung 3 kg. Semoga para nelayan dapat merasakan manfaat dari program konversi ini dan semakin sukses dan berkembang pemakaian LPG untuk mesin perahu nelayan ke depannya," katanya.

Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.126 Tahun 2015 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil antara lain nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin atau solar dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).

Pada tahun 2016 dan 2017 Kementerian ESDM melalui penugasan kepada PT. Pertamina (Persero) telah membagikan sejumlah 5.473 di 10 kabupaten/kota dan sejumlah 17.081 unit paket konverter kit di 28 kabupaten/kota. Sementara hingga Desember tahun ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 akan dibagikan sejumlah 25.000 unit konverter kit untuk 55 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

"Dengan semakin bertambahnya nelayan kecil yang menerima bantuan konkit ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan, melainkan juga mendorong roda pembangunan di sektor perikanan," tambah Djoko.

Pada akhirnya, dengan pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG ini diharapkan manfaat penggunaan LPG khususnya untuk kapal nelayan kecil sebagai bahan bakar yang murah, nyaman, ramah lingkungan dan aman dapat terwujud dengan baik. (NOK)

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center