Pertemuan 8th ASEAN+3 Oil Market and Natural Gas Forum and Business Dialogue

Jakarta, Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Soerjaningsih, membuka Pertemuan 8th ASEAN+3 Oil Market and Natural Gas Forum and Business Dialogue yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (23/7). Pertemuan ini merupakan rangkaian pertemuan sektor energi negara-negara ASEAN bersama negara +3 (RRT, Jepang, Korea Selatan) yang secara khusus membahas mengenai perkembangan sektor minyak dan gas bumi di kawasan ASEAN dan +3.

Dalam pidatonya, Soerjaningsih menyampaikan harapan agar forum ini dimanfaatkan sebagai forum untuk mendiskusikan tantangan, perkembangan teknologi, dan juga kerja sama negara-negara ASEAN dan +3 di sektor minyak dan gas bumi. Soerjaningsih juga menyampaikan bahwa Indonesia terus mendorong kemudahan investasi migas di Indonesia di mana salah satunya adalah melalui penyederhanaan izin dan skema kontrak migas baru yaitu Gross Split.

suryaasean2.jpg

"Pengembangan pasar minyak dan gas bumi tidak hanya dilakukan oleh pemerintah akan tetapi juga melibatkan badan usaha migas nasional dan pemangku kepentingan terkait. Perusahaan migas nasional mempunyai kontribusi di dalam pasar ini melalui pengembangan kerja sama di kawasan ASEAN," katanya.

Christopher Zamora, Acting Executive Director, ASEAN Centre for Energy, menyampaikan bahwa sebagai negara-negara pengimpor minyak, negara-negara ASEAN dan +3 perlu menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pada masa yang akan datang. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah peningkatan pembangunan infrastruktur gas di kawasan.

Selain Pertemuan 8th ASEAN+3 Oil Market and Natural Gas Forum and Business Dialogue, rangkaian pertemuan juga akan dilanjutkan dengan Pertemuan 7th ASEAN+3 Oil Stockpiling Roadmap Workshop dan Pertemuan 16th ASEAN+3 Energy Security Forum yang akan diselenggarakan hingga 25 Juli 2019. (MH)