PLN Beli Gas Jambaran Tiung Biru US$ 7,6/MMBTU

Jakarta, Gas hasil produksi Lapangan Jambaran Tiung Biru resmi dibeli oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dengan harga US$ 7,6 per MMBTU. Hal ini ditandai dengan ditekennya Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) di Ruang Sarulla, Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (13/11).

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, harga gas yang sudah disepakati sebesar US$ 7,6 per MMBTU, berlaku tetap selama 30 tahun sejak lapangan tersebut berproduksi tahun 2021.

Penandatanganan PJBG ini juga menandai sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tanpa mengurangi keterlibatan pihak badan usaha swasta untuk berkontrak dengan sistem business to business (b to b)."Pemerintah sangat mendorong adanya sinergi antar BUMN, tanpa mengurangi keterlibatan swasta nanti yg berkontrak diperbolehkan kalau itu dimungkinkan secara b to b," ujar Arcandra.

Wamen juga mengingatkan agar proyek ini bisa dikerjakan secara tepat waktu dan biaya yang dikeluarkan sesuai dengan anggaran yang sudah disesuaikan dan telah disepakati.

"Semua yang kita tanda tangani hari ini merupakan awal dari sebuah kerjasama. Yang lebih penting nantinya apakah proyek ini bisa kita kerjakan tepat waktu dan sesuai dengan budget yang sudah disesuaikan dan disepakati,"katanya.

Sebagai informasi, biaya investasi dari Proyek Lapangan Jambaran Tiung Biru diperkirakan mencapai US$ 1,547 miliar atau sekitar Rp 20,5 triliun. Jumlah ini belum termasuk pembangunan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 kilometer dengan investasi US$ 515 juta atau sekitar Rp 7 triliun yang diharapkan dapat berproduksi pada awal 2021. (DK)


Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi