PLTGU Jawa Satu Masuki Tahap Akhir, Dirjen Migas: Fasilitas Energi Transisi di Indonesia

Karawang, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jawa Satu yang berlokasi di Kecamatan Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat, pembangunannya telah memasuki tahap akhir atau 96%. Proyek ini dinilai sangat tepat sebagai energi transisi di Indonesia karena di masa depan, gas menjadi tulang punggung energi nasional.

PLTGU Jawa Satu menggunakan generasi terbaru single shaft combined cycle gas turbine yang memberikan efisiensi termal tinggi hingga 65% dan harga jual listrik yang kompetitif.

"PLTGU ini sangat tepat untuk energi transisi di Indonesia. Gasnya bisa dipakai untuk memanaskan uap. Ini berteknologi tinggi sehingga efisiensinya mencapai 65%. Biasanya rata-rata efisiensinya di bawah 50%. Hal tersebut menjadikan produk dari fasilitas ini lebih efisien. Dengan input yang sama, hasil yang diperoleh lebih efisien sehingga harga jual listriknya menjadi murah. Ini penting sekali," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji ketika mendampingi Komisi VII DPR dalam kunjungan kerja spesifik ke PLTGU Jawa Satu di Cilamaya Wetan, Karawang, Jawa Barat, Kamis (25/3).

Proyek ini juga menghubungkan ketersediaan pasokan gas di Indonesia bagian timur (Papua) dengan kebutuhan listrik di Indonesia bagian barat, khususnya di Pulau Jawa. Pasokan LNG dari kilang LNG BP Tangguh akan diregasifikasi di Kapal Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Jawa Satu yang saat ini sudah bersandar di lepas pantai Cilamaya dan akan berada di sana selama 25 tahun.

Kapal FSRU Jawa Satu memiliki kapasitas kargo penyimpanan liquefied natural gas (LNG) sebesar 170.150 m3, dengan kapasitas unit regasifikasi 320 mmscfd. Setelah dilakukan commissioning unit regasifikasi kapal FSRU yang direncanakan pada April 2021, selanjutnya akan dilakukan pengiriman gas melalui pipa sepanjang 21 km ke PLTGU Jawa Satu untuk memproduksi listrik hingga 1.760 Mega Watt. Listrik ini kemudian dikirimkan ke gardu induk PLN di Kecamatan Cibatu Dua, Kabupaten Bekasi.

Pasokan gas sebanyak 4 kargo bagi kebutuhan commissioning pada April mendatang, kata Dirjen Migas, telah tersedia dan permintaan persetujuan sudah diajukan ke Menteri ESDM. Diharapkan Kepmennya dapat diteken pada pekan ini. "Fasilitas (PLTGU dan FSRU) ini berskala besar dan saya kira ini dibutuhkan di Indonesia," tambah Tutuka.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno yang juga sebagai Ketua Tim Kunker menyatakan, kunjungan ini tidak hanya memastikan aktivitas konstruksi pembangunan pembangkit berjalan lancar, tetapi juga untuk mendapatkan informasi-informasi detail terkait proyek PLTGU yang terintegrasi dengan FSRU ini.

Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro, mengatakan, berdasarkan data-data progress, pihaknya optimis dapat memenuhi target Commercial Operation Date (COD) pada Desember 2021.

Dikatakan Danif, proyek pembangunan PLTGU Jawa Satu telah melewati masa 25 juta jam kerja tanpa kecelakaan. Termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat, pekerjaan konstruksi juga dapat terus berjalan di masa pandemi Covid-19.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana meminta agar pembangunan fasilitas ini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat, antara lain terkait tenaga kerja.

Selain itu, Bupati Karawang juga mengharapkan agar BUMD dapat dilibatkan dalam kegiatan proyek.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 dan Permenko Nomor 5 Tahun 2017, PLTGU Jawa Satu dan FSRU Jawa Satu merupakan proyek strategis dan prioritas nasional. (TW/KDB)