Raker Ditjen Migas: Tantangan Makin Berat, Tingkatkan Kinerja dan Sinergi

Bogor, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menggelar rapat kerja yang membahas evaluasi dan capaian kegiatan tahun 2019 serta rencana program kegiatan tahun 2020 di Bogor, Jumat (28/2). Kegiatan dipimpin Pelaksana Tugas Dirjen Migas Ego Syahrial dan dihadiri para pejabat eselon II, III, IV serta pejabat fungsional madya di lingkungan Ditjen Migas.

Plt. Dirjen Migas Ego Syahrial dalam kesempatan itu meminta agar para pegawai bekerja cepat, cermat dan produktif sesuai peraturan perundang-undangan.

Dia juga mengingatkan seluruh jajaran Ditjen Migas agar bekerja lebih keras lagi karena tantangan di masa depan masih banyak dan memerlukan sinergi semua pihak. "Tantangan di depan kita masih banyak dan memerlukan kerja keras serta sinergi semua. Saya harap, prestasi yang telah dicapai oleh Ditjen Migas dapat ditingkatkan di masa mendatang," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ego Syahrial menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo agar tiap-tiap Kementerian atau Lembaga (K/L) untuk mempercepat belanja modal, sebagai langkah mengantisipasi ekonomi global yang tak bersahabat akibat virus corona. "Diharapkan percepatan belanja modal ini dapat menjadi stimulus pergerakan perekonomian," ujar Ego.

Ego menyampaikan apresiasinya atas penyerapan anggaran Kementerian ESDM tahun 2019 yang mencapai 92%. Ini merupakan capaian terbesar selama 12 tahun terakhir. Indeks kualitas pelaksanaan anggaran juga meningkat.

"Capaian ini antara lain berkat kerja keras teman-teman di Ditjen Migas karena sebagian besar anggaran ada di sini," tambahnya.

Sementara untuk tahun 2020, Ditjen Migas mendapat anggaran Rp 4,1 triliun atau empat kali lipat dibanding sebelumnya. Untuk melaksanakannya, diperlukan kerja keras dan kerja sama dengan semua pihak.

Pada raker ini, masing-masing unit eselon II menyampaikan program strategis tahun 2020, termasuk rencana pencapaiannya. Misalnya, target investasi migas, rencana induk pembangunan pipa gas bumi, lelang wilayah kerja migas, penurunan harga gas untuk industri, implementasi B30 dan subsidi LPG 3 kg.

Selain itu, pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga, konversi minyak tanah ke LPG 3 kg, konversi BBM ke LPG untuk nelayan dan petani, serta upaya mengatasi illegal drilling dan road to zero accident pada kegiatan hulu dan hilir migas. (TW)