Yuk, Kenali Virus Corona dan Pencegahannya

Jakarta, Sebanyak dua warga negara Indonesia (WNI) secara resmi dinyatakan terinfeksi virus corona atau covid-19. Sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus yang telah dinyatakan WHO status darurat global ke level tertinggi ini, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan acara Sosialisasi Kesiagaan Risiko Penularan Infeksi Covid-19 di Auditorium Migas, Selasa (3/3).

"Melalui sosialisasi ini, diharapkan kita bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai virus corona atau covid-19, termasuk bagaimana mencegahnya," ungkap Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Ditjen Migas Mukti Yunarso, mewakili Sesditjen Migas.

Edukasi yang diperoleh ini, diharapkan juga dapat disebarluaskan ke lingkungan terdekat seperti keluarga dan tetangga. "Mengingat banyaknya info yang beredar di luar, melalui sosialisasi ini diharapkan para pegawai di lingkungan Ditjen Migas mendapatkan informasi yang benar mengenai virus corona, menerapkan ke keluarga kecilnya, sekaligus menyebarluaskan ke lingkungan terdekat," katanya.

Mondy Ramdhani Eka dari Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia di bawah Kementerian Kesehatan RI, memaparkan, virus covid-19 pertama kali ditemukan di Wuhan, China, pada Desember 2019 yang menyerang sistem pernapasan.

Faktor pemicu virus ini adalah tidak sengaja menghirup percikan air liur dari bersin atau batuk dari penderita virus covid-19, kontak jarak dekat dengan penderita. "Virus corona atau covid-19 dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih beresiko menyerang orang tua, orang yang sedang sakit dan orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah," paparnya.

Gejala terinfeksi virus covid-19, pada awalnya mirip flu. Pada hari pertama hingga ke tiga, gejala yang ditunjukkan adalah mirip masuk angin, sakit ringan tenggorokan, tidak demam, tidak lelah, namun masih makan dan minum secara normal.

Pada hari ke empat, pasien mulai sedikit sakit tenggorokan, suara mulai serak, suhu tubuh berkisar antara 36,5 derajat celcius, mulai anoreksia atau sulit menelan makanan dan sakit kepala dan diare ringan.

Selanjutnya pada hari ke lima, sakit tenggoran, suara serak, tubuh panas ringan, tubuh lelah dan merasakan nyeri pada persendian.

Gejala hari ke enam yaitu demam ringan sekitar 37 derajat celcius, batuk dengan lender atau batuk kering, sakit tenggorokan saat makan, berbicara atau menelan, mudah lelah disertai rasa mual dan sesekali sulit untuk bernapas. Juga, diare dan muntah-muntah.

"Pada hari ke tujuh, penderita mulai demam lebih tinggi dari sebelumnya yaitu sekitar 37,4 hingga 37,8 derajat celcius, batuk dan dahak lebih banyak, nyeri pada tubuh dan kepala berbobot seperti batu (berat), serta diare dan muntah bertambah banyak.

Kondisi pada hari ke delapan, demam di atas level 38 derajat celcius, sulit bernapas. Setiap kali bernapas, dada terasa berat dan batuk terus menerus. Penderita juga merasa sakit kepala, nyeri sendi dan punggung.

Hari ke sembilan, gejala tidak berubah, malahan bertambah buruk. Demam berantakan atau semakin tinggi. Sementara batuk tidak mereda, tetapi lebih memburuk dari sebelumnya.

Sebagai deteksi dini virus covid-19 ini, dapat dilakukan uji sampel darah, tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel darah serta rontgen dada.

Untuk menghindari virus ini, upaya preventif yang dapat dilakukan adalah menghindari bepergian ke negara yang terinfensi virus, menggunakan masker pada saat beraktivitas di tempat umum, rutin mencuci tangan setelah beraktivitas di luar ruangan.

"Hindari kontak dengan hewan. Bila berkontak dengan hewan, cuci tangan setelahnya. Pastikan juga memasak daging-dagingan sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Terakhir, jangan menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum mencuci tangan," papar Mondy.

Untuk mengetahui info lebih lanjut mengenai virus covid-19, dapat menghubungi Kementerian Kesehatan di (021) 5210-411 atau 081212123119.

Lebih jauh tentang kanker

Dalam kesempatan ini, Mondy juga memberikan edukasi mengenai penyakit kanker yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Mondy menjelaskan, tumor terbagi dua yaitu jinak dan ganas. Tumor jinak pertumbuhannya lambat, tetapi bila dibiarkan dan tidak segera ditangani, dikhawatirkan akan menjadi tumor ganas atau dinamakan kanker. Sel kanker bisa berpindah ke bagian tubuh lain melalui pembuluh darah atau metastasis.

Kanker dipicu oleh genetik atau keturunan, kimia/fisika, makanan dan minuman, serta cara pengolahan dan penyajian makanan yang salah.

Jenis-jenis penyakit kanker, antara lain prostat, leher rahim atau serviks dan payudara. "Kanker prostat diderita oleh kaum laki-laki. Sedangkan kanker leher rahim diderita oleh perempuan. Sementara kanker payudara dapat dialami oleh laki-laki dan perempuan," jelas Mondy.

Bagaimana cara menghindari terkena kanker dan tumor? Upaya preventif yang dapat dilakukan adalah melakukan pola makan yang sehat dan teratur, konsumsi makanan yang berserat tinggi seperti buah dan sayur, hindari makanan yang berlemak tinggi seperti daging, menghindari makanan yang mengandung karsinogen atau pengawet serta melakukan olahraga yang teratur.

Langkah lainnya adalah suntik imunisasi kekebalan tubuh. Suntik ini dilakukan tiga kali selama tiga bulan. "Selain itu, untuk menghindari terkena kanker, masyarakat juga dapat mengkonsumsi tumbuhan alami yang mengandung zat anti kanker atau ribosom inacting protein (RI). Misalnya, daun sirsak yang mengandung 35% RIP, benalu pada tanaman teh yang mengandung 50% RIP serta temu putih yang mengandung 95% RIP," tutup Mondy. (TW)