Persiapan Pelaksanaan Eksplorasi Panas Bumi oleh Pemerintah Tahun Anggaran 2021

Jumat (22/01), Inspektur Jenderal Kementerian ESDM, Akhmad Syakhroza, menghadiri acara bertajuk Persiapan Pelaksanaan Eksplorasi Panas Bumi oleh Pemerintah Tahun Anggaran 2021 di Swiss-Belhotel, Serpong yang diselenggarakan oleh Badan Geologi. Acara turut dihadiri oleh Kepala Badan Geologi, Kepala Pusat Sumber Daya Mineral, Batubara, dan Panas Bumi, Direktur Panas Bumi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi KEBTKE, dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi.

Dalam acara tersebut, Kepala Badan Geologi memaparkan rencana pelaksanaan eksplorasi panas bumi oleh Pemerintah tahun 2021. Pemanfaatan panas bumi di Indonesia masih kurang dari 10%, untuk itu diperlukan percepatan pengembangan panas bumi dan dorongan dari industri panas bumi. Pemerintah diharapkan untuk ikut andil dalam eksplorasi panas bumi, hal ini juga supaya dapat mengurangi risiko di sisi hulu dan menekan harga jual. Upaya percepatan dilakukan dengan meningkatkan kualitas data dan informasi berupa akuisisi data 3G yaitu Geologi, Geokimia, dan Geofisika di 8 lokasi dan pengeboran slim hole di 3 lokasi.

Inspektur Jenderal menyatakan bahwa pelaksanaan eksplorasi ini harus dilakukan secara CECEP (Cepat, Cermat, dan Produktif) dan mulai dikerjakan tahun ini untuk dapat mengejar target bauran energi nasional 2025. Beliau menambahkan supaya fokus kepada hal yang sudah dikembangkan dan diperlukan perencanaan eksplorasi lebih lanjut untuk dapat mencapai target dalam jangka waktu 4 tahun.