DWP Kementerian ESDM Kunjungi PLTP Kamojang, Perkuat Pemahaman Peran Panas Bumi bagi Ketahanan Energi Nasional
BANDUNG - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang milik PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Rabu (29/4), guna memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan energi panas bumi sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Dewan Penasihat DWP Kementerian ESDM, Sri Suparni Bahlil, didampingi jajaran pengurus DWP Kementerian ESDM. Kehadiran rombongan disambut oleh Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yani, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Gigih Udi Atmo, serta jajaran manajemen PGE Area Kamojang.
Dalam sambutannya, Sri menegaskan bahwa kunjungan tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi anggota DWP untuk memahami langsung pengelolaan energi panas bumi serta manfaatnya bagi masyarakat. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar anggota DWP Kementerian ESDM dapat menjadi agen penyebar informasi positif mengenai pengembangan energi bersih di tengah masyarakat.
"Sepulang dari sini kita tidak hanya membawa foto-foto saja, tetapi juga membawa pemahaman baru bahwa kita semua bisa mengambil peran sekecil apa pun dalam mendukung energi bersih di Indonesia," ujar Sri saat memberikan sambutan di Geothermal Information Center Kamojang, Bandung, Jawa Barat.
Ia menambahkan, peran perempuan, khususnya anggota DWP, sangat strategis dalam mendukung penyebarluasan edukasi mengenai pengembangan energi baru terbarukan, termasuk panas bumi, kepada masyarakat luas.
"Sebagai bagian dari keluarga besar Kementerian ESDM, kita wajib mengetahui dan memahami bagaimana panas bumi dikelola serta manfaatnya, agar kita bisa menyampaikan informasi yang benar dan positif kepada masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo menjelaskan bahwa panas bumi merupakan salah satu sumber energi terbarukan strategis untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Dengan potensi sekitar 40 persen dari total cadangan panas bumi dunia, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin global dalam pengembangan panas bumi.
Saat ini, kapasitas terpasang pembangkit panas bumi Indonesia mencapai sekitar 2.745 megawatt (MW), menjadikan Indonesia sebagai produsen listrik panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.
"Panas bumi adalah energi terbarukan yang berkelanjutan karena sistemnya tertutup. Air dan uap yang digunakan untuk memutar turbin dikembalikan lagi ke dalam bumi sehingga sumber panasnya tetap terjaga," jelas Gigih.
Selain menghasilkan listrik, Gigih menambahkan bahwa panas bumi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar melalui program pemanfaatan langsung, seperti pengeringan produk pertanian, serta melalui kontribusi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan bonus produksi kepada daerah penghasil.
"Panas bumi tidak hanya menjadi listrik, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Inilah bentuk nyata bahwa pengembangan panas bumi harus memberi manfaat langsung bagi daerah," katanya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menjelaskan bahwa Kamojang merupakan lapangan panas bumi pertama di Indonesia yang telah dikelola selama lebih dari 40 tahun dan menjadi bukti bahwa energi panas bumi merupakan energi yang berkelanjutan.
"Kamojang adalah awal mula cerita geothermal di Indonesia. Kami memiliki sumur yang usianya sudah hampir 100 tahun dan masih produktif hingga saat ini. Ini menunjukkan bahwa geothermal adalah energi yang sustainable," tandasnya.
Melalui kunjungan ini, DWP Kementerian ESDM diharapkan semakin memahami peran strategis panas bumi dalam mendukung transisi energi serta dapat berkontribusi dalam menyebarluaskan pemahaman mengenai pentingnya energi bersih bagi masa depan Indonesia yang berkelanjutan. (DAN)
Bagikan Ini!