Gempa Bumi di Selatan Pulau Jawa Sebabkan Tsunami di Beberapa Tempat

Senin, 17 Juli 2006 - Dibaca 11088 kali

Berdasarkan data yang diperoleh Badan Geologi Departemen ESDM dari beberapa sumber, seperti pusat pengamatan gempa bumi BMG, Geofon, Jerman, dan USGS Amerika Serikat, diperoleh data sebagai berikut :

  • Gempa bumi terjadi pada tanggal 17 Juli 2006 pukul 15:19:24 WIB. Menurut informasi dari BMG pusat gempa berada di laut pada koordinasi 9,46o LS dan 107,19o BT, dengan magnitudo 6,8 SR, kedalaman 33 km, atau berada pada jarak 286 km di selatan Bandung. Berdsarkan informasi automatic BMG gempa susulan I terjadi pada pukul 16:05 WIB pada koordinat 10,40o LS dan 107,97o BT, dengan magnitudo 5,3 SR pada kedalaman 33 km. Gempa susulan II terjadi pada pukul 16:13 WIB pada koordinat 9,133o LS dan 107,653o BT dengan magnitudo 6,1 SR pada kedalaman 94 km.
  • Sedangkan menurut Geofon, Jerman, pusat gempa berada pada koordinat 9,45o LS dan 107,17o BT dengan magnitudo 5,5 SR.
  • Sementara menurut USGS, Ameriksa Serikat, pusat gempa pada kordinat 9,295o LS dan 107,347o BT, dengan magnitudo 7,2 Mw, pada kedalaman 48,6 km, atau berjarak + 225 km di timur laut Christmas Island, + 240 km di tenggara Tasikmalaya, + 260 km di selatan Bandung, + 355 km di selatan Jakarta.
  • Sumber gempa diperkirakan berasal dari sistem subduksi yang berada di selatan Pulau Jawa.

Sementara itu. berdasarkan informasi sementara yang didapat Badan Geologi, kenaikan air di Cilacap menyebabkan instalasi water treatment dari PLTU Cilacap terganggu, sehingga PLTU Cilacap saat ini dalam proses untuk diturunkan pembenanannya dan dipertahankan sebesar 100 MW, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sedangkan Gardu Induk (GI) di pantai selatan yaitu GI Cilacap, GI Pangandaraan, GI Pamengpeuk dalam kondisi aman, hanya ada feeder (penyulang) GI Pangandaraan yang memasok listrik di daerah Pangandaraan terpaksa dimatikan karena tergenang air (beban padam 1,1 MW).

Sejauh ini kejadian gempa bumi tidak tampak pengaruhnya terhadap aktivitas Gunung Merapi. Namun demikian pemantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi tetap dilakukan secara intensif melalui pos-pos pngamatan yang ada.

Rekomendasi

  • Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dan informasi dari petugas Satlak PB dan Satkorlak PB, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggungjawab seputar gempa bumi dan tsunami.
  • Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.

Bagikan Ini!