Gempa Bumi M6,1 di Tenggara Manokwari Selatan, Papua Barat, Disebabkan Sesar Ransiki

Jumat, 28 Desember 2018 - Dibaca 851 kali

JAKARTA - Jumat pagi (28/12), tepatnya pukul 10.03 WIB, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 terjadi di sebelah tenggara Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat. Pusat gempa bumi terletak 55 kilometer di sebelah tenggara Manokwari Selatan, pada kedalaman 26 km.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani mengatakan bahwa gempa bumi ini diperkirakan disebabkan oleh Sesar Ransiki.

"Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini disebabkan Sesar Ransiki yg relatif berarah tenggara-baratlaut," jelas Kasbani.

Menurut PVMBG, berdasarkan kondisi geologi daerah terdampak gempa bumi, pusat gempa bumi berada di darat. Lokasi gempa bumi tersebut tersusun oleh batuan yang berumur Pratersier hingga Kuarter, serta terdiri dari batuan sedimen dan batuan gunung api, batuan beku, malihan, dan bancuh.

"Pusat gempa bumi berada di darat. Lokasi gempa bumi tersusun oleh batuan yang berumur Pratersier hingga Kuarter, terdiri dari batuan sedimen dan batuan gunung api, batuan beku, malihan dan bancuh. Sepanjang pesisir tersusun oleh endapan aluvium yang bersifat lepas dan belum terkonsolidasi sehingga bisa memperkuat efek guncangan gempa," terangnya.

Kasbani juga menyebutkan bahwa gempa bumi ini dirasakan sebesar IV MMI ( Modified Mercalli Intensity) di Manokwari, serta III MMI di Ransiki dan Sorong. Gempa bumi ini, tambahnya, tidak menimbulkan tsunami karena tidak menimbulkan dislokasi dasar laut.

Kasbani pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. "Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil," pungkas Kasbani.

Penulis: Dyah Kusuma Dewi

Bagikan Ini!