Gempa Bumi Terjadi di Laut Maluku dan Barat Laut Kepulauan Talaud

Sabtu, 5 Januari 2019 - Dibaca 588 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 0021.Pers/04/SJI/2019


Gempa Bumi Terjadi di Laut Maluku dan Barat Laut Kepulauan Talaud


JAKARTA - Sabtu pagi (5/1), tepatnya pukul 08.55 WIB, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 terjadi di Laut Maluku, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Pusat gempa bumi berada pada koordinat 0,89?LU dan 127.51?BT dengan magnitudo 5,1 pada kedalaman 10 km berada 72 km BaratLaut Halmahera Selatan.

Sebelumnya, tepatnya pukul 08.04 WIB di sebelah baratlaut Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara terjadi pula gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7. Pusat gempa bumi berada pada koordinat 4,37?LU dan 126,24?BT, pada kedalaman 10 km, berada pada jarak 64 km Baratlaut Kepulauan Talaud.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani mengatakan bahwa kedua gempa bumi tersebut tidak menyebabkan tsunami.

"Gempa bumi di Laut Maluku tidak menimbulkan tsunami karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Sementara di Kepulauan Talaud walau terjadi di laut namun tidak menimbulkan dislokasi dasar laut," tandas Kasbani.

Kasbani juga menjelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi di Laut Maluku diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas subduksi Punggungan Mayu yang berada di Laut Maluku. Sedangkan gempa bumi di Kepulauan Talaud diperkirakan akibat aktivitas subduksi Lempeng Pasifik di Laut Maluku.

Seperti yang dirilis oleh PVMBG, pusat gempa bumi yang terjadi di Laut Maluku berada di laut. Daerah yang terdekat dengan pusat sebagian besar tersusun oleh endapan Aluvium berumur Kuarter, dan endapan sedimen Tersier.

"Pada daerah yang disusun oleh endapan aluvium, dan endapan sedimen Tersier yang terlapukkan diperkirakan goncangan gempa bumi akan lebih kuat karena batuan ini bersifat urai, lepas, belum kompak dan memperkuat efek getaran, sehingga rentan terhadap goncangan gempa bumi," tambah Kasbani.

Adapun pada gempa bumi di Kepulauan Talaud, terang Kasbani, guncangan gempa bumi akan terasa kuat pada daerah yang tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan aluvial, endapan pantai, endapan rombakan gunungapi serta endapan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan. Endapan tersebut bersifat urai, lepas, belum terkonsolidasi (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan gempa bumi.

Kasbani pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD. Masyarakat juga jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil. (DKD)


Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Bagikan Ini!