Indonesia Raih Penghargaan dalam 1st ASEAN Mineral Awards

NAY PYI TAW - Penataan dan pengawasan subsektor mineral batubara terus dilakukan agar pengelolaannya semakin baik dan efisien. Peran aktif pemerintah dalam menerapkan praktek pertambangan yang baik dan benar pun membuahkan hasil. Hal ini ditunjukkan dengan prestasi perusahaan-perusahaan mineral Indonesia pada acara 1st ASEAN Mineral Awards.

Dalam perhelatan yang digelar bersamaan dengan pelaksanaan the 6th ASEAN Ministerial Meeting on Minerals di Nay Pyi Taw, Myanmar, PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) meraih predikat juara untuk kategori Best Practices in Mineral Distribution. Selain PT AMNT, PT. Nusa Halmahera Minerals juga meraih runner-up kategori Best Practices in Minerals Mining dan PT. Antam Persero Tbk meraih runner-up kategori Best Practice in Mineral Processing.

Penghargaan perdana ini diharapkan dapat mendorong peningkatan performa perusahaan sektor mineral dengan menyediakan akses kepada best practices, di samping mendorong Pemerintah dan industri untuk memacu inovasi dan mencapai standar yang lebih tinggi.

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara, Ditjen Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi, yang hadir mewakili Menteri ESDM Ignasius Jonan, mengungkapkan bahwa selama ini terus melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha mengenai pembangunan industri mineral yang berkelanjutan.

"Penghargaan ini menunjukkan kepedulian Pemerintah dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya mineral yang memperhatikan kaidah penambangan yang baik dan lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, menunjukkan bagaimana pelaku usaha di Indonesia patuh dalam melaksanakan kegiatan pertambangan sesuai dengan peraturan perundangan yang ada, serta memiliki kepedulian besar terhadap praktek bisnis yang ramah lingkungan," ujar Agung Pribadi di Nay Pyi Taw, Kamis (30/11).

"Para pemenang didorong untuk dapat mempertahankan apa yang telah diraih dan meningkatkan prestasinya. Ke depan, diharapkan perusahaan-perusahaan mineral lain dapat membuat prestasi serupa," tambah Agung.

Sementara itu, Senior Manager Social Responsibility and Government Relations PT AMNT, Potro Soeprapto, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan Pemerintah untuk mengikutsertakan PT AMNT di ajang ini. "Kami berterimakasih kepada Pemerintah Indonesia yang menyertakan kami pada kompetisi ini. Penghargaan ini membuktikan tekad dan visi kami untuk menjadi perusahaan nasional dengan kapasitas global, yang menuntun kami pada keyakinan sebagai yang terdepan di dalam industri pertambangan," sebut Potro.

Best practices di ajang ini mencakup berbagai produk mineral dan proses, yaitu pertambangan nickel laterite di Filipina (Rio Tuba), emas di Indonesia (PT. Nusa Halmahera) dan penggalian batu gamping di Thailand (Siam Cement Kaeng Khoi). Di samping itu, pemrosesan ferronickel di Indonesia (PT. Antam), bijih emas di Filipina (Oceana Gold), dan katoda tembaga di Lao PDR (MMG Lanxang). Selanjutnya, distribusi konsentrat tembaga di Indonesia (PT AMNT) dan feldspar mineral di Thailand (Pipatkorn).

Best practices juga memiliki cakupan yang lebih luas, antara lain kontribusi terhadap pengembangan komunitas sekitar tambang dalam aspek sosial dan ekonomi, manajemen lingkungan, konservasi keanekaragaman hayati, inovasi teknologi dan aplikasi, serta efisiensi sumber daya dan produktivitas. (MIA)

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi