Kementerian ESDM dan Komisi XII DPR RI Sepakati Asumsi Dasar Sektor ESDM RAPBN 2027

Selasa, 16 Juni 2026 - Dibaca 77 kali

JAKARTA - Di tengah ketidakpastian geopolitik global saat ini, Pemerintah mulai menyusun proyeksi untuk sektor energi di tahun 2027 mendatang, guna mengoptimalkan upaya menuju ketahanan energi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Rapat Kerja hari ini, Senin (15/6), menyepakati usulan Asumsi Dasar Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.

Pada Rapat Kerja itu, disepakati asumsi makro rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada rentang USD70-95. Sementara lifting minyak dan gas bumi disepakati pada level 1.556-1.610 ribu Barrel Oil Equivalent per Day (BOEPD), dengan rincian lifting minyak bumi 605-620 ribu Barrel Oil per Day (BOPD), lifting gas bumi ribu 951-990 BOEPD, dan Cost Recovery pada USD 10,1-11,5 miliar.

"Untuk porsi yang ini bisa kita diskusikan, mana ruang yang lebih untuk bisa kita bicarakan dalam konteks untuk meningkatkan kapasitas lifting daripada seluruh KKKS yang ada di negara kita," ujar Bahlil pada Rapat Kerja di Kantor DPR RI, Jakarta.

Terkait dengan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi, hasil Rapat Kerja menyatakan asumsi dasar untuk volume BBM tahun depan adalah 19,343-19,561 juta kilo liter (KL). Secara spesifik, volume minyak tanah adalah 0,543-0,561 juta KL dan minyak solar sebanyak 18,80-19,00 juta KL. Adapun volume LPG 3 kilogram adalah 8 juta Metrik Ton (MT).

Tak hanya itu, Raker juga menyepakati subsidi tetap minyak solar (Gasoil 48) sebesar Rp1.000/liter dan subsidi listrik sebanyak Rp113,45-122,83 triliun.

Bahlil mengatakan, bahwa asumsi makro yang disampaikan hari ini akan mendapatkan angka yang lebih presisi sekitar bulan Juli atau Agustus mendatang, sembari menyesuaikan dinamika geopolitik yang tengah terjadi.

"Menyangkut dengan asumsi makro kita di sektor migas, sekali lagi saya katakan bahwa ini sama dengan apa yang disampaikan oleh Pemerintah yang dibaca oleh Bapak Presiden, sambil menunggu dinamika geopolitik nanti. Masuk bulan Juli atau Agustus baru kita bisa menempatkan angka yang agak sedikit presisi," ujarnya.

Di sisi lain, Kementerian ESDM juga menyiapkan postur anggaran 2027 yang diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan sektor energi yang lebih berpihak kepada masyarakat. Melalui alokasi yang dominan untuk pembangunan infrastruktur dan program strategis seperti lisdes, converter kit untuk petani, serta BPBL, pemerintah berupaya memastikan bahwa kebijakan energi tidak hanya menjaga ketahanan pasokan nasional, tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat. (DKD)

Bagikan Ini!