0

Kementerian ESDM Terus Tingkatkan Kapasitas Asesor Reformasi Birokrasi

JAKARTA - Dalam rangka memberikan penguatan kapasitas bagi para asesor Reformasi Birokrasi (RB) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian ESDM menyelenggarakan pelatihan bagi asesor dan tim pelaksana RB Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (16/5)

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bukti keseriusan dan komitmen dari Kementerian ESDM untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terhadap kualitas pelaksanaan RB di Kementerian ESDM. Dimana salah satu tujuannya adalah untuk terus memberikan penguatan kapasitas bagi asesor dalam melakukan penilaian mandiri.

Sebagaimana diketahui, saat ini masih terdapat kesenjangan antara penilaian pelaksanaan reformasi birokrasi yang dilakukan oleh asesor Kementerian ESDM dibandingkan dengan penilaian yang dilakukan oleh tim evaluasi Kementerian PAN-RB. Sebagai contoh, pada tahun 2017 asesor Kementerian ESDM memberikan nilai 87,60 untuk indeks pelaksanaan RB Kementerian ESDM, sedangkan tim evaluasi Kementerian PAN-RB memberikan nilai 75,89.

"Gap yang ada harus dapat diatasi, sehingga penilaian RB antara Kementerian ESDM dan Kementerian PAN-RB ini tidak terlalu jauh. Apabila semakin mendekati, maka semakin baik dan konsisten kita dalam melaksanakan reformasi birokrasi." tambah Ego Syahrial.

Ke depannya, menurut Ego, tugas asesor tidak hanya untuk melakukan penilaian mandiri. Para asesor khususnya para Sekretaris Unit Kerja, harus dapat menggerakkan pelaksanaan dan implementasi reformasi birokrasi sampai kepada unit terendah. Kinerja Kementerian ESDM seperti pelayanan perizinan, perbaikan tata kelola, dan upaya perbaikan lainnya juga harus dapat tereformasi baik ke seluruh pegawai sebagai wujud melaksanakan RB.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengelolaan Pengaduan Aparatur dan Masyarakat, yang juga merupakan penanggung jawab Tim Evaluasi Kementerian PAN-RB Agus Uji menjelaskan, saat ini kinerja asesor sudah membaik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Alangkah lebih baik lagi apabila para asesor tidak hanya melakukan penilaian diatas kertas, tetapi mampu melakukan observasi di lapangan dan memastikan (pelaksanaan RB). Hal inilah yang menyebabkan kesenjangan penilaian. Tahap pra-evaluasi juga dapat dilakukan untuk meminimalisir kesenjangan tersebut," tambah Agus Uji.

Agus Uji juga menjelaskan, secara umum ada beberapa catatan juga terkait pelaksanaan RB di Kementerian ESDM, seperti: (1) Roadmap belum disertai dengan rencana aksinya; (2) Penilaian PMPRB belum dilakukan secara optimal; (3) Agen perubahan belum mampu memberikan kontribusi nyata; (4) Sudah dilakukan sosialisasi RB namun belum dilaksanakan internalisasi; (5) Belum secara menyeluruh penataan peraturan yang saling tumpang tindih; (6) Kebijakan pengawasan juga belum optimal; dan (7) Belum ada inovasi Pelayanan publik di unit layanan.

"Hal ini yang seharusnya dapat dikolaborasikan bersama sehingga antara asesor Kementerian ESDM dan tim evaluasi memiliki persamaan persepsi yang akhirnya indeks penilaian RB di Kementerian dapat naik secara signifikan," terang Agus Uji.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pelatihan ini, Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana Bambang Utoro akan melaksanakan tahapan pra-evaluasi penilaian RB. "Dalam bulan ini kami akan menyusun jadwal pra-evaluasi untuk ke seluruh unit, sehingga dapat secara rinci membahas kasus per kasus terkait RB yang terjadi di unit-unit." kata Bambang sekaligus menutup kegiatan pelatihan penguatan kapasitas bagi para asesor RB Kementerian ESDM. (Penulis: Ardhi Handoyo)

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi