Kementerian ESDM Ungkapkan Pengutamaan Stabilitas dan Keamanan Energi dalam IEA Standing Group

Rabu, 20 Mei 2020 - Dibaca 183 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 182.Pers/04/SJI/2020

Tanggal: 20 Mei 2020

Kementerian ESDM Ungkapkan Pengutamaan Stabilitas dan Keamanan Energi dalam IEA Standing Group


Dukungan keringanan beban biaya listrik bagi pelanggan rumah tangga, industri kecil hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi langkah stimulus Pemerintah dalam mengutamakan stabilitas penyediaan energi bagi masyarakat bawah. Hal ini disampaikan langsung oleh Staf Ahli Menteri Bidang Perencanaan Strategis Kementerian ESDM Yudo Dwinanda Priaadi pada agenda IEA (International Energy Agency) Standing Group for Global Energy, Selasa (19/5) sore, merespon dampak Covid-19 di sektor energi.

Pemerintah Indonesia, lanjut Yudo, telah menggelontorkan dana sebesar Rp6,9 triliun khusus untuk stimulus akses energi di bidang listrik. Rinciannya, Rp3,5 triliun diperuntukkan bagi seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA dan sebagian 900 VA selama tiga bulan, yaitu April, Mei dan Juni. Sisanya, Rp3,4 triliun ditujukan kepada UMKM dan industri kecil. Bahkan, kebijakan ini diperpanjang hingga September mendatang.

Yudo menjelaskan, adanya stabilitas akses energi akan membuka peluang baru bagi pengembangan Energi Baru Terbarukan yang dinilai memiliki prospek jangka panjang. Terlebih, pembangkit EBT dianggap memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi dan sejalan dengan kebijkan IEA. "Justru ini momentum memperkenalkan lebih banyak EBT sebagai alat utama untuk memastikan stabilitas dan keamanan energi jangka panjang. Kami apresiasi dukungan IEA dalam implementasi efisiensi energi di Indonesia," tegasnya.

Kendati demikian, Pemerintah tak menampik bahwa masih ada beberapa tantangan yang harus segera diatasi. Saat ini, Pemerintah tengah menggodok Peraturan Presiden tentang Feed in Tariff untuk mendorong investasi energi terbarukan,. "Semoga peraturan baru ini dapat menciptakan lingkungan yang ramah untuk investasi dan menciptakan banyak peluang bagi investor," ungkap Yudo.

Untuk memuluskan langkah tersebut, Pemerintah Indonesia juga menggandeng IEA untuk mengintegrasikan kebijakan subsektor EBT. "Publikasi tentang investasi energi yang disiapkan oleh IEA untuk Indonesia semoga dapat mendorong pengembangan EBT," pungkas Yudo. (NA)

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi (08112213555)

Bagikan Ini!