Kinerja Sektor ESDM 2023: Perluas Akses Energi, Prioritaskan Kebutuhan Domestik, dan Jaga Daya Saing Lewat Transisi Energi

Senin, 15 Januari 2024 - Dibaca 2938 kali

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

NOMOR: 23.Pers/04/SJI/2024

Tanggal: 15 Januari 2024

Kinerja Sektor ESDM 2023: Perluas Akses Energi, Prioritaskan Kebutuhan Domestik, dan Jaga Daya Saing Lewat Transisi Energi


Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada hari ini, Kamis (15/1), menyampaikan pernyataan pers berkaitan dengan capaian kinerja tahun 2023 dan program kerja tahun 2024 sektor energi dan sumber daya mineral. Kinerja positif berhasil ditorehkan oleh Kementerian ESDM, seperti peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), peningkatan pemanfaatan gas dan batubara domestik, pembangunan pembangkit EBT, penurunan emisi, efisiensi energi, hingga mitigasi bencana geologi.

Kementerian ESDM tetap konsisten memberikan sumbangsih besar terhadap pemasukan negara. Tercatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM di tahun 2023 mencapai 116% dari target. "PNBP sektor ESDM melebihi target, tembus angka Rp300,3 triliun dari target Rp259,2 triliun," kata Arifin di Jakarta. Pada tahun 2024, pemerintah akan menargetkan PNBP sektor ESDM sebesar Rp227,2 triliun.

Sejalan dengan itu, nilai investasi sektor ESDM tahun 2023 mencatatkan nilai signifikan dibandingkan tahun 2022 sebesar USD30,3 miliar atau naik 11% dari realisasi tahun sebelumnya. Sedangkan target yang ditetapkan tahun 2024 sebesar USD28,2 miliar. "Sektor migas masih mendominasi disusul dengan sektor mineral dan batubara. Kita mulai recovery di tahun 2021 dan 2022 dan mulai lonjakkannya terjadi di 2023," jelas Arifin.

Sebagai bagian dari dukungan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru, transisi energi bersih juga diimplementasikan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan pengembangan jaringan gas.

Guna mendukung pemanfaatan dan pengembangan energi di tingkat daerah, Dewan Energi Nasional telah mengawal penyelesaian Rencana Umum Energi Daerah (RUED) di 33 provinsi. Selebihnya, satu provinsi sedang revisi Rancangan Peraturan Daerah (Perda) RUED, satu provinsi penyusunan draft RUED, dan tiga provinsi belum menyusun Perda RUED.

Rentetan torehan apik sepanjang tahun 2023 membuahkan sejumlah penghargaan dari sisi pelayanan publik, diantaranya Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik dengan predikat sangat baik, Government dan Program PR terbaik, pengelolaan media sosial terbaik, geoportal terbaik, juara pertama penerapan pelayanan Sistem Pengelolaan Berbasis Elektronik, dan Top 15 Inovasi Pelayanan Publik.

Dari sisi tata kelola, apresisasi Kementerian ESDM yang diperoleh adalah empat BKN Awards, predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 7 tahun berturut-turut, LHKPN dan e-LHKPN terbaik, BMN Awards 5 kali beruntun, pengelolaan arsip dengan sangat memuaskan, capaian Strategi Nasional Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbaik, dan Juara Pertama kategori Team Spirit Award dan Vertical Rescue Scenario pada The 13th Mining Emergency Response Competition (MERC); Juara Kedua Hazmat (Hazardous Materials) Scenario, dan Juara Ketiga Fire Fighting and Breathing Apparatus Skills.

Pada kesempatan tersebut, hadir mendampingi Menteri, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, Direktur Jenderal Migas Tutuka Ariadji, Inspektur Jenderal sekaligus Plt. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Suswantono, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan sekaligus Plt. Dirjen EBTKE Jisman P Hutajulu, Plt. Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid, Kepala Badan Pengembangan dan Pelatihan ESDM Prahoro Nurtjahyo, Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional Djoko Siswanto, Kepala BPH Migas Erika Retnowati, dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Menteri ESDM juga memaparkan capaian dan program masing-masing subsektor, sebagai berikut:

Minyak dan Gas Bumi

Masyarakat di wilayah pelosok, khususnya 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan) mendapatkan kemudahan akses energi melalui program BBM Satu Harga. Tercatat 512 lokasi telah menjangkau atau bertambah 89 di tahun 2023. "Kami targetkan 2024 ada 100 lokasi di program BBM Satu Harga. Kita terus upaykan agar BBM itu sama harganya di semua lokasi," jelas Arifin.

Porsi pemanfaatan gas domestik di tahun 2023 adalah sebesar 68,2%, jauh lebih besar dibandingkan porsi ekspor. Kebutuhan domestik sendiri banyak diserap oleh industri, yaitu 1.515,8 billion british thermal unit per day (BBTUD). Total realisasi penyaluran gas bumi di tahun 2023 sebesar 3.745 BBTUD.

Di sisi hulu, realisasi lifting minyak bumi mencapai 605,5 million barrels of oil per day (mbopd) dan lifting gas 960 million barrels of oil equivalent per day (mboepd). Optimalisasi lifting migas terus dilakukan sehingga decline minyak bumi berkurang menjadi hanya 1,2% pada tahun 2023 (rata-rata 3-4%), sementara lifting gas meningkat 2,2%. "Kami minta program-program peningkatan lifting migas sudah ada di kuartal I 2024," tegas Arifin.

Sepajang tahun 2023, industri hulu migas Indonesia turut mencatatkan sejarah baru dengan adanya penemuan besar atau giant discovery potensi gas bumi, diantaranya Layaran-1 Blok South Andaman dan Geng North-1 Blok North Ganal. Penemuan gas bumi ini sekaligus membantu pencapaian target tahun 2024, yaitu lifting minyak 635 mbopd dan lifting gas sebesar 1.033 mboepd. "Kita harus membangun infrastruktur untuk mengakomodasi tambahan pasokan gas hasil produksi baru," jelas Arifin.

Dalam rangka meningkatkan daya saing industri nasional, terobosan dilakukan melalui sejumlah pembangunan infrastruktur migas, yaitu Cirebon - Semarang hingga Tangguh Train 3 dengan penetapan toll fee yang lebih rendah untuk harga yang lebih terjangkau. Proyek Tangguh Train 3 ini dibangun dengan investasi sebesar USD 4,83 miliar atau setara 72,45 trilliun rupiah. Dengan beroperasinya Tangguh Train 3, total produksi Tangguh LNG menjadi 11,4 juta ton per tahun atau sekitar 35% produksi nasional.

Ketenagalistrikan

Pada 2023, konsumsi listrik per kapita mengalami peningkatan, yaitu 1.285 kWh/kapita. Hal ini tidak terlepas dari realisasi rasio elektrifikasi tahun 2023 sebesar 99,78% dan rasio desa berlistrik mencapai 99,82%.

Masih terdapat 185.662 rumah tangga dan 140 desa yang belum berlistrik sehingga pemerintah menetapkan target 100% rasio elektrifikasi maupun rasio desa berlistrik di tahun 2024. Hal ini untuk memenuhi angka konsumsi listrik sebesar 1.407 kWh/kapita.

"Sesuai prediksi dari tren demand, kita harus bisa menyiapkan pasokannya. Pemerintah juga sedang berupaya untuk dapat mengoptimalkan transmisi listrik dalam negeri untuk mengefisiensikan pembangkit sehingga menghasilkan harga Biaya Pokok Penyediaan (BPP) yang lebih murah," jelas Arifin.

Sementara pengembangan ekosistem kendaraan listrik terus dikebut. Hingga 2023, telah terbangun 842 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dan 1.401 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum. Dukungan pemerintah dalam hal ini adalah memberikan bantuan berupa potongan biaya konversi sepeda motor sebesar Rp10 juta/unit. "Kita perlu mentrasformasi pola energi fosil menjadi energi (kendaraan) listrik. Kita perbaiki mekanisme - mekanisme yang ada," jelas Arifin.

Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi

Realisasi kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) hingga tahun 2023 mencapai 13.155 Mega Watt (MW). Tambahan pembangkit EBT sebesar 539,52 MW di tahun 2023, diantaranya berasal dari PLTP Sorik Marapi 4 sebesar 39,6 MW, PLTM Tongar sebesar 6,5 MW, PLTBg sebesar 3,9 MW, dan 192 MW untuk PLTS Terapung Cirata.

Sebagai salah satu proyek strategis nasional, PLTS terapung Cirata dengan total kapasitas 145 MW dengan tarif listrik sebesar 5,8 USD/kWh membuktikan bahwa pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) makin kompetitif dan bisa bersaing dengan energi fosil. "Kita akan banyak kembangkan proyek-proyek seperti ini," ungkap Arifin.

Pengembangan energi terbarukan skala besar terus dilakukan untuk menekan biaya pembangkitan listrik EBT sehingga lebih kompetitif. Potensi pengembangan PLTS Atap dan PLTS Terapung terus didorong di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Program mandatori biodiesel juga terus ditingkatkan. Realisasi pemanfaatan biodiesel sepanjang tahun 2023 tercatat sebesar 12,2 juta Kilo Liter. Capaian tersebut menghasilkan penghematan devisa sebesar Rp120,54 triliun (USD7,9 miliar), peningkatan nilai tambah Rp15,82 triliun, dan penyerapan tenaga kerja lebih 11 ribu (off-farm) orang dan 1,5 juta (on-farm). Pada tahun 2024, pemanfaatan biodiesel ditargetkan mencapai 12,5 juta KL.

Salah satu kinerja apik adalah penurunan intensitas energi final sebesar 0,89 Setara Barel Minyak (SBM)/miliar rupiah atau 111,76% lebih efisien dari target 0,80 SBM/miliar rupiah. Penghematan ini berasal dari 331 perusahaan dengan konsumsi energi lebih dari 6.000 Tonne Oil Equivalent (TOE). "Kita harapkan partisipasi dari seluruh pelaku industri untuk melalukan program yang sama," harap Arifin.

Upaya menurunkan CO2 juga menjadi catatan manis bagi Pemerintah di 2023, dengan penurunan sebesar 127,67 juta ton CO2 atau melebihi dari target sebesar 116 juta ton CO2. Sedangkan pada tahun 2024 ditargetkan penurunan CO2 sebesar 142 juta ton. Hal ini sejalan dengan realisasi bauran EBT pembangkit listrik yang melebihi target, yaitu 13,1%.

Untuk mengakselerasi target bauran EBT pada target tahun 2024 sebesar 19,5%, Kementerian ESDM mendorong pelaksanaan pembangunan pembangkit EBT melalui RUPTL, implementasi program PLTS Atap, konversi pembangkit diesel ke EBT, program Mandatori B35, program Co-Firing Biomassa pada PLTU, penyediaan akses energi modern melalui EBT di lokasi 3T, eksplorasi panas bumi oleh pemerintah, serta pemanfaatan EBT off grid dan pemanfaatan langsung.

Salah satu terobosan terbesar adalah adanya mekanisme perdagangan karbon menjadi salah satu alternatif pembiayaan transisi energi. Pada phase pertama di tahun 2023, terdapat 99 PLTU yang menjadi peserta perdagangan karbon dengan total kapasitas 33,5 GW. Saat ini, PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTGU Blok 3 PJB Muara Karang telah terdaftar dalam Bursa Karbon Indonesia dengan total volume 2,64 juta ton CO2e. "Penerapan pajak karbon belum kita mulai, tapi kami sudah menyiapkan mekanismenya," ungkap Arifin.

Mineral dan Batubara

Pada tahun 2023, realisasi pemanfaatan batubara domestik atau DMO mencapai 213 juta ton adari produksi sebesar 775 juta ton. Di tahun 2024, Kementerian ESDM akan memprioritaskan kebutuhan batubara untuk pemenuhan kepentingan dalam negeri dengan target DMO sebesar 181,28 juta ton dari total produksi 710 juta ton.

"Tren naik ini karena adanya demand listrik dan tambahan proyek-proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru dari program 35.000 MW," rinci Arifin.

Perbaikan tata kelola juga terus dilakukan seiring mengoptimalkan penerimaan negara melalui ekosistem SIMBARA (Sistem Informasi Mineral dan Batubara). Upaya ini dilakukan guna meningkatkan kepatuhan pelaku usaha, efektivitas pengawasan, pengawalan kebijakan pemerintah, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha, dan memanfaatkan Satu Data Minerba. "Sistem ini sangat perlu sehingga tidak terjadi (simpang siur) overlapping informasi," jelas Arifin.

Sementara hilirisasi mineral tetap mendapatkan perhatian utama. Terdapat 16 pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) terintegrasi. Hingga tahun 2023, telah terdapat 5 smelter yang telah beroperasi dan 11 lainnya dalam proses konstruksi.

Kegeologian

Kementerian ESDM terus melakukan mitigasi melalui pengembangan sistem peringatan dini, tanggap darurat, penyelidikan, pemetaan, dan sosialisasi. Selama tahun 2023, tercatat adanya erupsi di 8 gunung api, 810 gerakan tanah, 251 kali gempa bumi tektonik dengan magnitudo >MW, dan 30 kalo gempa merusak dan tidak terjadi tsunami.

Sepanjang tahun 2023 dilakukan pula pembangunan jaringan Pemantauan Air Tanah dan stasiun pengamatan penurunan permukaan tanah sebanyak 20 unit di 6 kabupaten/kota; penambahan 4 (empat) Geopark Global UNESCO yaitu Maros Pangkep, Ijen, Merangin, dan Raja Ampat dan 1 (satu) Geopark Nasional yaitu Geopark Nasional Ujung Kulon; penetapan 236 lokasi situs warisan geologi (Geoheritage) di seluruh wilayah Indonesia.

"Kita harus melakukan program-program yang masif untuk memonitor dan melakukan mitigasi bencana geologi. Kita juga berupaya meningkatkan sistem, menyiapkan personil, dan sinergi lintas institusi," kata Arifin.

Pemerintah juga melakukan penataan perizinan air tanah. Sampai dengan 30 Desember 2023, jumlah permohonan izin pengusahaan air tanah mencapai total 8.047 dari seluruh wilayah Indonesia Saat ini yang kita selesaikan. "Makanya reservasi air tanah harus menjadi program utama kita," jelas Arifin.

Pengembangan SDM ESDM

Selama tahun 2023, Kementerian ESDM telah melakukan berbagai pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta menyelenggarakan pendidikan vokasi. Terhitung pelatihan bagi masyarakat umum dilaksanakan bagi 1.689 orang, pelatihan ASN bagi 22.452 orang, dan pelatihan industri sebanyak 33.229 orang.

"(Partisipasi) ini melebihi dari target yang ditentukan di awal. Kita tingkatkan terus sehingga manfaatnya dirasakan betul oleh masyarakat dan ASN," jelas Arifin.

Sertifikasi kompetensi dilakukan bagi 28.558 orang, serta pendidikan vokasi melalui PEM Akamigas sebanyak 1.109 mahasiswa, dan PEP Bandung 306 mahasiswa. (NA)

Bahan Capaian dan Kinerja Sektor ESDM Tahun 2023 dapat diunduh pada tautan berikut (di sini)


Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama

Agus Cahyono Adi


Bagikan Ini!