Masalah Energi Merupakan Permasalahan Seluruh Bangsa

Rabu, 13 Agustus 2008 - Dibaca 7283 kali

JAKARTA. Paradigma pembangunan energi sudah berubah. Persoalan energi bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah atau PT PLN dan PT Pertamina saja namun harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Sebagai pengguna energi masyakat juga memiliki tanggungjawab dalam menciptakan ketahanan energi nasional.

''Pardigma harus diubah. Persoalan energi harus menjadi upaya bersama tidak bisa dibebankan pada salah satu pihak. Upaya yang dilakukan pemerintah melalui penghematan penggunanaan energi hanya akan berhasil jika mendapat dukungan seluruh komponan anak bangsa,'' ujar Sekjen Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karno, Rabu (13/8) di Jakarta.

Waryono Karno menyampaikan hal tersebut saat membacakan sambutan Menteri ESDM pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Teknis TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 81 tahun 2008 di kantor pusat PT PLN. Hadir pada acara tersebut Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agustasi Sasongko Purnomo, Dirjen Migas Evita H Legowo, Dirjen Listrik dan Pemenfaatan Energi J Purwono, Irjen DESDM Pudja Sunasa.

Diungkapkan pula bahwa persoalan energi kini sudah tidak dapat dipisahkan dari seluruh rangkaian kehidupan manusia. Sejak menyalakan kompor, misalnya, hingga melakukan perjalanan menggunakan beranekaragam moda transportasi. ''Ketersediaan energi yang terbatas membuat harga energi menjadi mahal. Energi menjadi topik yang dibicarakan di setiap negara,'' papar Sekjen Departemen ESDM Waryono Karno.

Penghematan energi dan pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan merupakan salah satu upaya peningkatan penyediaan dan pemanfaatan energi yang bermanfaat bagi semua pihak. Melalui penghematan dan pemanfaatan energi setempat serta pemanfaatan teknologi tepat guna akan meningkatkan akses masyarakat terhadap energi jangka pendek dan jangka panjang.

Bagikan Ini!