0

Menteri Jonan Dorong Pembangunan Biogas Komunal Berbasis Potensi Energi Terbarukan Setempat

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

Nomor: 0032.Pers/04/SJI/2018

Tanggal: 7 April 2018

Menteri Jonan Dorong Pembangunan Biogas Komunal Berbasis Potensi Energi Terbarukan Setempat

PASURUAN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan instalasi biogas skala komunal di Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini di Desa Areng-areng, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur pada Sabtu (7/4).

Instalasi biogas komunal tersebut mengolah kotoran manusia untuk dijadikan biogas dengan desain kapasitas digester biogas sebesar 24 meter kubik yang mampu menghasilkan gas sebanyak 81 meter kubik per bulan atau setara dengan 12 tabung LPG 3 kg per bulan. Selain untuk memasak, biogas juga dapat digunakan untuk penerangan.

Pembangunan instalasi biogas komunal meliputi 50 unit WC, digester biogas dengan kapasitas 2x12 meter kubik tipe fixed dome beton, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan kapasitas 180 meter kubik, 2 unit lampu biogas dan 4 unit kompor biogas.

Biaya pembangunan instalasi biogas komunal bersumber dari APBN 2017 dan mulai beroperasi sejak bulan Oktober tahun 2017.

"APBN itu diutamakan untuk pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat. Harus bermanfaat langsung bagi masyarakat," ungkap Menteri Jonan.

Manfaat dari program biogas komunal ini antara lain menghemat biaya pengeluaran memasak, mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor LPG, serta mengurangi emisi gas rumah kaca.

Untuk tahap awal, pemanfaatan biogas komunal dapat mengurangi pemakaian LPG 3 kg per bulan sebanyak 3 tabung, hingga 12 tabung pada kondisi optimal. Sehingga dapat mengemat pengeluaran bulanan mulai dari Rp. 75.000 hingga Rp. 300.000.

Selain penambahan pembangunan WC, juga dibangun instalasi pengolahan air limbah yang dapat meningkatkan kualitas pengelolaan air limbah di lingkungan pesantren.

"Adanya penambahanan 50 WC mampu mengurangi waktu antri para santri sehingga santri bisa lebih tepat waktu datang ke ruang belajar. Untuk memasak juga jadi lebih hemat karena penggunaan LPG dapat kami kurangi. Selain itu, waktu antri memasak pun juga jadi lebih cepat karena ada penambahan jumlah kompor," ungkap Ketua Yayasan Ponpes Terpadu Al-Yasini, Zainudin.

Menteri Jonan juga menyampaikan bahwa pembangunan biogas komunal merupakan salah satu upaya Pemerintah meningkatkan akses energi kepada masyarakat dan mendorong pemanfaatan energi dari sumber daya yang berbasiskan potensi energi terbarukan setempat.

Pengembangan instalasi biogas komunal merupakan bagian dari pemanfaatan energi terbarukan sebagai upaya mewujudkan sasaran bauran energi nasional. Pengelolaan biogas dari limbah dapat menciptakan pola sinergitas pengelolaan limbah yaitu pemanfaatan energi yang terjangkau dan energi yang ramah lingkungan, dimulai dari skala kecil.

Pada kesempatan ini Menteri Jonan juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan dan Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini yang telah bekerja sama mendukung implementasi program energi terbarukan yang berbasis bioenergi (Biogas Komunal) di pondok pesantren tersebut.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini berdiri tahun 1940. Pada mulanya kegiatan pesantren berbentuk pengajian kalongan bertempat di mushola diikuti santri yang mukim maupun masyarakat santri disekitar pesantren. Saat ini, jumlah santri yang menginap di Ponpes ini sekitar 3.000 orang terdiri dari 1.200 santri putra dan 1.800 santri putri.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi

Publik, dan Kerja Sama

Agung Pribadi

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama,

Agung Pribadi (08112213555)

Ikuti linimasa kami di:

Facebook: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Twitter: @KementerianESDM

Instagram: @kesdm

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center