Menteri Jonan : Pancasila Adalah Way of Life Menteri Jonan : Pancasila Adalah Way of Life

JAKARTA - Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Igansius Jonan memaknai Pancasila itu sebagai "way of life". Pancasila itu merupakan prinsip ideologi bangsa Indonesia, sebagai landasan hidup dalam berbangsa dan bernegara dari suku, golongan dan agama apapun. Perbedaan-perbedaan karena kultur, budaya, suku ataupun agama itu menurut Jonan sebaiknya tidak dipertentangkan didalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Boleh saja orang itu punya perbedaan mengikut keyakinan tertentu dan kepercayaan tertentu, dan sebagainya dan itu tidak masalah, tetapi dalam berbangsa dan bernegara itu satu ideologi atau way of life adalah Pancasila," ujar Jonan usai memberikan keynote speaker di acara Konferensi Nasional Umat Katolik Indonesia yang mengusung tema " Revitalisasi Pancasila" di Universitas Atmajaya Jakarta. Sabtu (12/8).

"Saya Beragama Katolik, tidak pernah merasa sebagai anak bangsa yang minoritas, ya biasa aja, ya saya 100% Indonesia, ya 100% juga Katolik,"lanjut Jonan.

Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara menyatakan, penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila jelas sudah dilarang karena menurut Rudiantara Indonesia itu besar karena perbedaan, dan akan lebih besar lagi dari sekarang kalau yang dicari bukan perbedaan, tapi persamaan diantara perbedaan.

"Saya dengan Pak Jonan, saya kenal lama, Agama saya dengan Pak Jonan berbeda, tapi kita tidak pernah mempertentangkan agama. Dalam konteks Indonesia, dalam kontek Pancasila, justru saya dengan Pak Jonan apa yang bisa kita kerjakan bersama, bidang dan sektornya berbeda namun kita bisa bekerjasama. Kesamaannya membuat Indonesia besar, membuat masyarakat adil dan makmur," ujar Rudiantara.

Sementara itu, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan, untuk menjaga Pancasila perlu dilakukan langkah-langkah strategis yang sistematis seperti program bela negara dan kedepan, perang yang akan terjadi adalah perang cuci otak dan diadu-adu. "Program Bela Negara akan dilakukan menyeluruh termasuk kepada mahasiswa dan kita sudah bekerjasama dengan Mendikbud, mendikti agar di masukkan dalam kurikulum dan kalau dia ga bisa, ga lulus," ujar Ryamizard.

Dengan dimasukkannya Program Bela Negara dalam kurikulum mahasiswa maka menurut Ryamizard paserta Program Bela Negara akan serius mengikuti programnya. "Inikan kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia, bagaimana kalau masalah bangsa tidak serius, untuk itu maka harus ada penekanannya yakni tidak lulus bagi yang tidak bisa,"pungkas Ryamizard. (SF)
Hak Cipta © 2017 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi