Pastikan Solar Subsidi Tepat Sasaran, Nelayan Peroleh Kartu BBM

Rabu, 26 November 2014 - Dibaca 4752 kali

JAKARTA - Untuk memastikan Solar bersubsidi bagi nelayan tepat sasaran, PT Pertamina bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Bank BRI meluncurkan Kartu BBM Nelayan.

"Melalui penggunaan Kartu BBM Nelayan, diharapkan penyaluran BBM bersubisidi untuk nelayan akan lebih tepat sasaran karena sistem kartu ini memungkinkan penerapan satu kapal hanya bisa mendapatkan satu kartu dengan kuota BBM bersubsidi untuk masing-masing kapal yang akan ditentukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan kata lain, Kartu BBM Nelayan ini menjadikan penyaluran BBM bersubsidi hanya kepada nelayan yang berhak. Nelayan tersebut juga dapat mengetahui dengan pasti berapa banyak BBM bersubisidi yang tersisa yang menjadi haknya dalam suatu periode tertentu," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Hanung dalam acara soft launching Kartu BBM Nelayan di SPDN 39.141.17 Cilincing, Jakarta Utara. Selasa (25/11).

Kartu BBM Nelayan ini merupakan pengembangan lanjutan dari Fuel Card untuk kendaraan trasportasi darat yang telah sukses diterapkan di Batam. Sejak Juni 2014, Kartu BBM Nelayan telah diujicobakan penggunaannya di SPDN Cilincing. Hingga saat ini, SPDN Cilincing melayani sekitar 158 kapal terdaftar dengan alokasi BBM bersubsidi sekitar 288 KL per bulan. Setiap transaksi dapat dipantau secara langsung melalui server KKP, SKPD, Pertamina dan juga BRI.

Untuk memperoleh Kartu BBM Nelayan, nelayan harus membuka rekening tabungan yang selanjutnya mendaftarkan kartu tersebut kepada SKPD (Saturan Kerja Perangkat Daerah; Suku Dinas Perikanan dan Kelautan) untuk memperoleh kuota BBM. Dalam Kartu BBM Nelayan akan terdata nama pemilik, nama kapal, dan kuota bulanan sehingga penggunaan kartu ini dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mendata kembali jumlah kapal nelayan sekaligus juga sebagai dasar penetapan kuota BBM bersubsidi untuk nelayan.

Hanung melanjutkan, setelah dibagikan di SPDN Cilincing, Kartu BBM Nelayan juga akan dibagikan kepada nelayan di daerah lain. "Sampai dengan akhir tahun, kami targetkan Fuel Card sudah bisa diterapkan di Tegal, Jawa Tengah, dan Lamongan, Jawa Timur. Sampai dengan akhir tahun, sekitar 2.400 kapal kami targetkan sudah dilengkapi dengan Kartu BBM Nelayan," katanya.

Penerapan Fuel Card di Tarakan Hemat BBM 12%

Penerapan fuel card telah dilakukan Pertamina di beberapa daerah. Misalnya di Tarakan, Kartu Survey untuk penyaluran Solar bersubsidi bagi nelayan dan kendaraan bermotor yang diterapkan sejak 18 Juli 2014 dan saat ini telah mencakup 2.909 unit kendaraan dan 974 unit kapal, berhasil menurunkan konsumsi sekitar 12%.

Hanung menjelaskan, sebelum diterapkan Kartu Survey, penyaluran Solar bersubsidi rata-rata sekitar 925 KL per hari. Setelah diterapkan, penyaluran turun di kisaran 825 KL per hari. Kartu Survey berfungsi untuk mengetahui riil volume dan pola konsumsi Solar bersubsidi untuk nelayan dan kendaraan darat di Kota Tarakan. Selain itu, dengan Kartu Survey ini juga dapat menjadi sarana pendataan kendaraan dan kapal nelayan yang berhak mendapatkan Solar bersubsidi. Data tersebut selanjutnya bisa menjadi database untuk perhitungan kuota solar bersubsidi yang akurat.

"Kartu Survey bisa diperoleh gratis di SPBU/APMS dan SPDN. Tanpa kartu survey, konsumen tidak bisa melakukan pembelian Solar bersubsidi di SPBU. Pembelian Solar dibatasi sebesar Rp 200 ribu per hari," terangnya.

Keberhasilan penggunaan Kartu Survey di Kota Tarakan, tidak terlepas dari dukungan penuh Pemkot Tarakan berupa Surat Edaran Walikota Tarakan dan rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tarakan untuk nelayan. Dengan dukungan semacam itu, penggunaan Kartu Survey diyakini dapat berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal di tempat lainnya.

Selain di Kota Tarakan, yang telah sukses menerapkan Kartu Survey adalah Kab. Belitung, Kab. Tarakan, serta wilayah Kab. Bintan dan Kota Tanjung Pinang, serta Batam yang telah bertransformasi menjadi Fuel Card. (TW)

Bagikan Ini!