0

Data kegempaan G. Merapi tercatat pada minggu ini terjadi gempa guguran sebanyak 124 kali, gempa MP 31 kali, gempa tektonik 40 kali , dan terjadi 5 kali gempa LF. Pengamatan secara visual mencatat masih teramati asap solfatara berwarna putih tipis hingga tebal tekanan lemah dengan tinggi maksimum 200 m di atas puncak. Sedangkan G. Gamalama pada periode waktu antara tanggal 20 Oktober 2007 hingga tanggal 22 Oktober 2007 status kegempaan mencatat adanya 21 kali gempa tektonik lokal, 2 kali gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal sebanyak 7 kali dan 5 kali frekuensi lemah.

Berdasarkan aktifitas ke tiga gunung api di atas, Kepala Badan Geologi merekomendasikan masyarakat di sekitar gunung untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Untuk G. Merapi diperbolehkan melakukan pendakian dari arah Utara dan Barat, awan panas serta guguran lava masih terjadi dengan skala kecil dan alur K. Gendol dalam radius 6 km tidak boleh ada hunian. Untuk G. Kelud, penduduk yang berada dalam radius 10 km dari puncak untuk segera mengungsi, menutup tempat penampungan air dan sumber air lainnya agar terlindung dari debu vulkanik, memakai masker penutup hidung dan penutup mata serta dilarang melakukan aktifitas di sepanjang alur sungai yang berhulu dari G. Kelud. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur (SATKORLAK PB) dan Pemerintah Kabupaten sekitar G. Kelud (SATLAK PB) terkait dengan aktifitas G. Kelud.

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center