Posko Nasional Sektor ESDM Resmi Ditutup, Pasokan Energi Sepanjang Nataru 2025/2026 Aman Terkendali

Senin, 5 Januari 2026 - Dibaca 569 kali

JAKARTA - Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) resmi ditutup pada Senin (5/1). Penutupan dilakukan oleh Inspektur Jenderal Kementerian ESDM Yudhiawan, mewakili Menteri ESDM, yang melaporkan bahwa pasokan energi selama periode Nataru berada dalam kondisi aman dan terkendali.


Dalam sambutannya, Yudhiawan menyampaikan rasa syukur karena periode Nataru berhasil dilalui dengan aman dan lancar sesuai hasil verifikasi saat turun ke lapangan.


"Bapak Wamen juga telah melakukan kunjungan lapangan ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM, LPG, Gas Bumi, dan keandalan pasokan listrik pascabencana. Alhamdulillah semuanya dapat dikendalikan dengan baik. Termasuk juga kesiapan untuk antisipasi bencana oleh Badan Geologi telah dilakukan dengan baik," ujar Yudhiawan.


Yudhiawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerjasama menjaga ketersediaan energi selama Natal dan Tahun Baru. Menegaskan pentingnya kebersamaan dalam penanganan tantangan, ia menuturkan,

"Ibaratnya kita ini seperti lidi. Kalau lidi satu tidak bisa mengatasi masalah, tetapi lidi digabung menjadi satuan berupa sapu bisa mengatasi masalah," tegasnya.


Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Erika Retnowati melaporkan bahwa Posko yang berlangsung dari 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 berjalan lancar berkat semangat kolaborasi dan sinergi yang baik. Masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 dengan aman dan suka cita. "Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh anggota Posko dan para pihak yang telah mendukung terlaksananya Posko Nataru dengan baik dan lancar," katanya.


Erika memaparkan beberapa indikator ketersediaan energi selama masa posko. Stok BBM dipertahankan pada tingkat aman, berkisar antara 16-35 hari dengan rata-rata sekitar 21 hari. Secara keseluruhan, selama masa posko ada beberapa pergerakan penyaluran BBM dibanding rerata normal: Gasoline meningkat 0,9%, Gasoil turun 3,4%, Kerosene turun 6,2%, dan Avtur meningkat 5,5%.


Terkait pengawasan distribusi BBM, Erika menambahkan bahwa BPH Migas melakukan pengawasan lapangan di 55 kabupaten/kota dan 22 provinsi, dengan temuan yang menunjukkan penyaluran BBM berjalan aman dan lancar. "Selama masa Posko, BPH Migas melaksanakan pengawasan lapangan yang tersebar di 55 kabupaten/kota dan 22 provinsi di mana hasil pengawasan menunjukkan penyaluran BBM aman dan lancar," tambahnya.


Perhatian khusus selama masa posko tertuju pada pemulihan pasca banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Upaya penyaluran BBM kepada masyarakat terus diupayakan secara optimal melalui koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan, termasuk opsi pendistribusian melalui udara. Hingga saat ini, jumlah SPBU yang telah pulih adalah: Sumatera Utara 406 SPBU (100%), Sumatera Barat 147 SPBU (100%), dan Aceh 151 dari 156 SPBU (97%).


Di sektor LPG, kondisi penyaluran juga dilaporkan aman. Terdapat 40 terminal LPG, 736 SP(P)BE, dan 6.634 agen LPG yang disiagakan. Ketahanan stok nasional berada di kisaran 10-16 hari dengan rata-rata 12,8 hari. "Rerata penyaluran LPG pada periode satgas Natal 2025 dan tahun Baru 2026 mengalami kenaikan sebesar 10,6%," papar Erika.


Untuk gas bumi, secara umum tidak ada kendala berarti dan kondisi aman. Rerata penyaluran niaga gas selama Nataru tercatat 867 BBTUD, meningkat 4,3% dibanding realisasi Nataru 2024. Namun terdapat beberapa tantangan operasional, khususnya proses recovery pasca-bencana dan kerusakan fasilitas pemasok gas di wilayah Sumatera Bagian Utara (meliputi Aceh dan Medan). Selain itu dilaporkan terjadi kebocoran pipa gas pada 2 Januari 2026 yang kini berangsur pulih. Perbaikan pascakebocoran pada pipa pengangkutan gas ruas Grissik-Duri milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di KP 222 Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, saat ini sedang dilakukan.


Di bidang tenaga listrik, operasi sistem dan penyediaan pasokan juga dinyatakan aman. Daya mampu pasok (DMP) sistem tenaga listrik nasional tertinggi selama periode posko tercatat 56.333,02 MW pada 15 Desember 2025, sedangkan DMP terendah 49.361,33 MW terjadi pada 28 Desember 2025. Untuk beban puncak (BP), nilai tertinggi 46.493,35 MW terjadi pada 17 Desember 2025 dan BP terendah 36.921,47 MW terjadi pada 1 Januari 2026.


Menyangkut mitigasi bencana geologi, tercatat ada 1 gunung api berstatus Awas (Gunung Lewotobi Laki-laki), 2 gunung berstatus Siaga (Merapi dan Semeru), serta 24 gunung berstatus Waspada. Selain itu terjadi 82 kejadian gerakan tanah di 17 provinsi. Untuk gempabumi, tercatat 10 kejadian berkekuatan >5 magnitudo, sebanyak 46 kejadian gempa dirasakan. Satu peristiwa gempa bumi terjadi di sekitar Agam, Sumatera Barat, pada 28 Desember 2025, lokasi yang memang termasuk kawasan rawan gempa tinggi.


Penutupan Posko dihadiri oleh pejabat eselon I di lingkungan Kementerian ESDM, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, perwakilan infrastruktur PT Pertamina (Persero) Jaffee Arizon Suardin, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo, serta Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra. (SF)

Bagikan Ini!