PVBMG : Radius Aman G. Lokon 2.5 Km

BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM kembali mengeluarkan rekomendasi kepada masyarakat dan wisatawan di sekitar G. Lokon untuk tidak mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 2.5 km dari Kawah Tompaluan. Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan serta potensi ancaman letusan G. Lokon hingga tanggal 26 Oktober 06.00 WITA, dinilai tingkat kegiatan vulkanik G. Lokon masih tetap SIAGA (LEVEL III)."Hasil pemantauan visual dan Instrumental, aktivitas G. Lokon masih tatap berfluktuasi dengan kecenderungan menurun. Potensi tarjadinya erupsi masih mungkin terjadi dengan tercatatnya aktivitas getaran tremor. Namun kejadian erupsi tersebut tidak dapat diketahui kapan dan berapa besar intensitasnya," tutur Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono. Menurutnya, ancaman bahaya erupsi G. Lokon saat ini berupa abu vulkanik yang menyebar bergantung arah dan kecepatan angina dan Ietusan magmatik disertai dengen lontaran material pijar berukuran lapili dan hujan abu tebal dengan atau tanpa diikuti aliran awan panas letusan sacara tiba-tiba. Bila awan panas berlangsung di sekitar G. Lokon, maka masyarakat agar mewaspadai terjadinya awan panas pada alur S. Pasahapen."Lontaran material pijar barkisar dalam radius 2 km dari Kawah Tompaluan sedang hujan abu tebal berkisar dalam radius 2.5 km,"ujar Surono.Daerah terlanda abu lelusan G, Lokon adalah daerah sebelah barat dan baratlaut terutama di Desa Agotey dan Desa Lema yang berjarak 7 - 7.5 km dari kawah Tompaluan dengan ketebalan abu maksimum 0.5 cm.Berdasarkan tingkat ancaman dalam status Siaga, PVMBG merekomendasikan, masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati dan melakukan aktivitas dalam radius 2.5 km dari Kawah Tompaluan (Pusat Kegiatan). Penduduk boIeh kembali ke rumah masing-masing tetapi tetap meningkatkan kawaspadaan terhadap ancaman erupsi G. Lokon. Namun bagi penduduk yang bertempat tinggal di Ossa Kinilow I agar diprioritaskan untuk diperlengkapi dengan peralatan komunikasi dan alat peringatan dini manual seperti alat pengeras suara, lonceng, kentongan dan lain-lain. (SF)