Gandeng GIZ, Ditjen Gatrik Selenggarakan Pelatihan Perencanaan Ketenagalistrikan Berbasis EBT

Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) bekerja sama dengan GIZ (perusahaan internasional milik pemerintah Jerman) menggelar sesi pertama Pelatihan Perencanaan Ketenagalistrikan Dengan Mempertimbangkan Energi Terbarukan untuk Pembuat Kebijakan, Selasa (9/6).

Pelatihan yang dibuka oleh Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Jisman Hutajulu ini dihadiri seratus orang unit Kementerian ESDM dan Dinas ESDM Provinsi. Dalam sambutannya Jisman berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat untuk memperkuat kapasitas para pembuat kebijakan dalam mengkaji proses perencanaan secara tepat dan memberikan pemahaman mengenai teknologi baru dan kerangka kerja pembangunan.

"Saya berharap para peserta dapat memahami dengan baik dan dapat mengimplementasikan materi yang akan diajarkan tersebut pada contoh kasus dan kedinasannya masing-masing," ujar Jisman.

Kepala Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Senda Hurmuzan mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan rangkaian program "1,000 Islands - Renewable Energy for Electrification Programme (REEP)" periode 2017-2020. Program kerjasama ini bertujuan memperlihatkan bahwa pencapaian target energi terbarukan sebesar 23% dalam bauran energi nasional pada tahun 2025 di Indonesia sangat layak dilakukan.

Lebih lanjut Senda menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan pertama mengenai perencanaan ketenagalistrikan bagi pembuat kebijakan yang diselenggarakan oleh GIZ.

"Pelatihan akan diselenggarakan secara daring dalam 4 sesi di bulan Juni 2020," ujar Senda.

Menurut Senda, sesi I diselenggarakan pada tanggal 9 Juni 2020 dengan materi Perencanaan Sistem Tenaga Listrik dengan Mempertimbangkan Energi Terbarukan. Sesi II akan diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2020 dengan materi Perencanaan ekspansi pembangkitan tenaga listrik pada islands grid dan Praktik internasional tentang rencana pengembangan ketenagalistrikan. Sesi III akan diselenggarakan pada tanggal 23 Juni 2020 dengan materi Studi kasus untuk islands grid di Selayar dan Kaledupa serta konsep mengenai aspek keuangan dari perjanjian pembelian listrik. Sesi IV akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juni 2020 dengan materi Penilaian ekonomi variable renewable energy (VRE).

Jisman berharap pelatihan ini dapat berjalan secara lancar serta mendapatkan manfaat semaksimal mungkin untuk selanjutnya dapat secara bersama-sama antara berbagai elemen pemangku kepentingan untuk mewujudkan target 23% EBT di tahun 2025. (PSJ)