Kenali Lima Agenda Pembangunan dari Sektor ESDM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan setidaknya terdapat Lima dari dari Tujuh Agenda Pembangunan Presiden Joko Widodo yang menyangkut sektor ESDM. Hal tersebut mengemuka saat Arifin menyampaikan Kuliah Umum 4078 Stadium Generale di Institut Teknologi Bandung, Rabu (4/3/2020).

Lima agenda pembangunan sektor ESDM yang masuk dalam visi misi Presiden tersebut diantaranya: Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas, Mengembangkan Wilayah untuk Mengurangi Kesenjangan, Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Berdaya Saing, Memperkuat Infrastruktur untuk Mendukung Pengembangan Ekonomi dan Pelayanan Dasar, serta Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim.

Arifin menyampaikan bahwa Kebijakan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral difokuskan pada pembangunan energi yang berkelanjutan dan berkeadilan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta mendorong perkembangan industri. "Adapun arah kebijakan diprioritaskan pada ketersediaan energi dengan memaksimalkan pemanfaatan EBT, keadilan sosial di bidang energi yang menekankan kepada ketersediaan energi dengan harga terjangkau dan kegiatan ekstraktif yang ramah lingkungan," ujar Arifin.

Selanjutnya Arifin menyampaikan bahwa salah satu proyek utama Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam lima tahun ke depan adalah peningkatan kapasitas infrastruktur ketenagalistrikan. Beberapa target yang akan dituju antara lain peningkatan kapasitas pembangkit listrik hingga 27.277 MW, kapasitas Gardu Induk sebesar 38.607 MVA, dan penambahan Jaringan Transmisi sepanjang 19.069 kms.

Selain pembangunan infrastruktur, program strategis lain di sektor ketenagalistrikan yang mendukung lima agenda pembangunan adalah dengan konversi penggunaan BBM dengan LNG dalam penyediaan listrik. "Targetnya 52 lokasi akan dikonversi dari berbahan bakar diesel menjadi gas," ujar Arifin. Selain itu, program strategis di ketenagalistrikan yang terus didorong adalah rencana melistriki 52 Smelter yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Di depan ratusan Mahasiswa ITB Arifin menyampaikan bahwa mahasiswa ITB merupakan Taruna yang di masa depan akan menjadi calon komandan yang siap mengawal ketahanan energi. Pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat riset serta pendidikan dan pelatihan di sektor ESDM. "Sehingga di masa depan mahasiswa ITB dapat memberikan kontribusi bagi sektor ESDM," ungkap Arifin.

Usai memberikan Kuliah Umum, Arifin Tasrif menyaksikan penandatangan Nota Kesepahaman terkait Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) antara Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) ESDM, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Kerja Sama Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian Kepada Masyarakat di Sektor ESDM antara Balitbang ESDM dan ITB. Arifin berjanji akan mengawal kerjasama ini sehingga tidak sebatas seremoni saja. Mulai sekarang akan saya pantau agar bisa jalan. Saya tidak berharap lama-lama, apalagi saya sudah lama berkecimpung di dunia proyek," tegas Arifin. (PSJ)