Kondisi Kelistrikan Pasca Gempa NTB Terus Dipulihkan

Pemerintah dan PT PLN (Persero) terus berupaya menormalkan kembali kondisi sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Barat, pasca Gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali dan sekitarnya pada Minggu (5/8) pukul 19.46 WITA. Kementrian ESDM melalui Ditjen Ketenagalistrikan (Gatrik) telah membentuk Posko Gempa Lombok untuk memantau perkembangan kondisi pemulihan infrastruktur ketenagalistrikan dan pemadaman listrik. Selain itu Dirjen Gatrik menugaskan Inspektur Ketenagalistrikan untuk mengecek dan memonitor pelaksanaan pemulihan infarstruktur ketenagalistrikan dan pemadaman listrik oleh PLN.

Berdasarkan laporan PT PLN (Persero) melalui Kepala Satuan Komunikasi Korporat I Made Suprateka menyampaikan bahwa hingga Senin (6/8) siang, sekitar 26 MW beban pelanggan PLN masih padam menunggu perbaikan jaringan listrik dan pembangkit yang terdampak. Sedangkan sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima semua sudah pulih normal. "Di Sistem Lombok, beban pelanggan PLN terlayani 99 MW dari kondisi semalam hanya 50 MW," ujarnya.

Direktur Bisnis Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara PLN Djoko R. Abumanan menyampaikan bahwa PLN Wilayah NTB telah mengerahkan tim pasca gempa bumi terjadi untuk mendata kerusakan sekaligus melakukan upaya perbaikan langsung demi memulihkan pasokan listrik. Setelah menginventarisir aset kelistrikan yang terganggu, PLN segera memulihkan listrik agar kembali mengalir. "Daerah yang padam sebelumnya, seperti di Kota Mataram, Lombok Tengah, serta sebagian besar Lombok Timur dan Lombok Barat listriknya telah kembali menyala," ungkap Djoko. Untuk Kabupaten Lombok Utara dan sebagian Lombok Timur yang berada di bagian utara saat ini masih mengalami pemadaman akibat adanya beberapa infrastruktur jaringan dan gardu yang mengalami kerusakan, sehingga layanan listrik masih bertahap dalam penormalannya.

Hingga Senin pagi, beberapa pembangkit listrik Sistem Lombok yang masih padam antara lain PLTU Jeranjang 25 MW, PLTU IPP LED 2x25 MW, PLTD MFO Cogindo 2x7 MW, PLTD Taman 0,65 MW, dan PLTD Paokmotong 5 MW. Untuk jaringan transmisi 150 kV, secara umum dapat beroperasi secara aman dan trafo gardu Induk (GI) berada pada kondisi aman. Hanya gedung GI Pringgabaya mengalami retak-retak.

Sementara itu PLN terus melakukan berbagai upaya antara lain inventarisasi kondisi aset di lokasi yang padam, koordinasi untuk bantuan personil, peralatan, dan material dari Bali dan Jawa Timur apabila diperlukan, hingga antisipasi terjadinya gempa susulan. PLN terus melakukan pengecekan pembangkit, tower transmisi tenaga listrik, jaringan distribusi tenaga listrik, serta mengupayakan pengiriman bantuan dari Distribusi Bali dan Distribusi Jawa Timur. (PSJ)

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center