Menteri ESDM Kembali Resmikan Proyek 35.000 MW di Nusa Tenggara

Menteri ESDM Ignasius Jonan kembali meresmikan proyek program percepatan pembangunan infrastruktur keenagalistrikan 35.000 MW. Kamis (25/7) ini, proyek ketenagalistrikan yang diresmikan adalah proyek-proyek yang berada di provinsi di Nusa tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Peresmian proyek-proyek tersebut dipusatkan di lokasi PLTMG Sumbawa, Desa Labuan Badas, Kecamatan Lahuan Badas, Sumbawa, NTB. Dalam peresmian ini, Jonan didampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana dan Plt Direktur Utama PT PLN (Persero) Djoko Raharjo Abumanan.

Proyek ketenagalistrikan yang diresmikan kali ini berjumlah enam belas proyek yang tersebar di NTB dan NTT. Untuk NTB, proyek-proyek yang diresmikan antara lain PLTMG Sumbawa (50 MW), PLTMG Bima (50 MW), SUTT 150 kV Sumbawa Merah Putih - GI Labuhan, SUTT 70 kV GI Taliwang - PLTU Sumbawa Barat, GI 70 kV Taliwang Ext, SUTT 70 kV Bonto - Bima - Dompu, GI 70 kV Bima Ext, GI 70 kV Bonto Ext, GI 70 kV Alas Ext, GI 70 kV Woha, SUTT 70 kV GI Taliwang - GI Alas, SUTT 150 kV GI Labuhan - GI Empang, dan SUTT 150 kV GI Empang - GI Dompu. Untuk provinsi NTT, proyek yang diresmikan adalah PLTMG Maumere (40 MW), PLTMH Sita-Borong (2x500 kW), dan PLTS Maumere-Ropa-Ende (2x1 MWp).

Dirjen Ketenagalistrikan Rida Mulyana dalam laporannya menyebutkan bahwa hadirnya proyek kelistrikan di Nusa Tenggara ini memberikan manfaat antara lain meningkatkan kapasitas penyediaan listrik di NTB dan NTT, khususnya Pulau Sumbawa, Bima, dan Flores. Selain itu menurut Rida, hadirnya PLTMG ini dapat mengurangi pemakaian BBM untuk pembangkit. "Keseluruhan pembangkit yang baru dioperasikan ini dapat melistriki kurang lebih 286.000 kepala keluarga pelanggan listrik 900 VA," ujar Rida. Beroperasinya keseluruhan pembangkit listrik di Nusa Tenggara ini berpotensi mengurangi biaya pokok pembangkitan kurang lebih Rp 18,02 Miliar perbulan dibandingkan jika menggunakan PLTD.

Jonan berharap, dengan beroperasinya proyek-proyek kelistrikan di NTB dan NTT ini dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di kedua provinsi tersebut. Sampai dengan semester I 2019, rasio elektrifikasi di NTB mencapai 98%. ANgka ini meningkat 8% dalam satu semester. Sedangkan rasio elektrifikasi NTT mencapai 72,27% atau meningkat 10% dalam satu semester. "Untuk NTB, sampai Desember akan menjadi 99%. Jadi tolong dibantu supaya semua saudara-saudara kita bisa menikmati listrik. Masa sudah 74 tahun merdeka ada yang belum menikmati listrik," ungkap Jonan.

Sebagai informasi, peningkatan rasio elektrifikasi yang signifikan dalam enam bulan terakhir disebabkan karena ada penambahan rumah tangga berlistrik PLN dan Non-PLN yang dilakukan melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) 450 VA untuk masyarakat tidak mampu. Program ini dianggarkan melalui CSR PLN, Sinergi BUMN, APBD pemerintah daerah, dan CSR Badan Usaha sektor ESDM.

Seusai peresmian, Menteri ESDM juga melakukan Peninjauan dan Penyalaan Listrik Gratis pada rumah warga di sekitar PLTMG Sumbawa. Masyarakat yang dikunjungi adalah penerima Program BPBL yang dianggarkan oleh CSR PLN maupun APBD Pemerintah Daerah Provinsi NTB. Melalui program ini, pemerintah NTB menganggarkan dalam APBDnya program BPBL bagi 950 RTS di NTB pada tahun 2019. Sementara PLN melalui CSR juga mengalokasikan 1.000 RTS untuk provinsi NTB di tahun 2019. (PSJ)