Menteri ESDM Sahkan RUPTL PT PLN (Persero) 2018 – 2027

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan telah menandatangani pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2018 - 2027, Selasa (13/3). Hal tersebut disampaikan Jonan kepada wartawan Selasa malam di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Pengesahan ini dilakukan setelah PT PLN (Persero) mengusulkan draft perubahan RUPTL 2017 - 2026 pada tanggal 2 Maret 2018. Pembahasan revisi RUPTLsendiri telah dilakukan oleh Tim Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) sejak bulan Oktober 2017. Perubahan RUPTL ini menurut Jonan perlu dilakukan oleh PT PLN karena dilatarbelakangi oleh realisasi indikator makro ekonomi yang berdampak pada pertumbuhan penjualan tenaga listrik PLN tahun 2017 yang lebih rendah dari target RUPTL PLN sebelumnya, sehingga dilakukan penyesuaian jadwal beroperasinya pembangkit baru. "Waktu RUPTL 2017 itu kami mengikuti program yang kami yakin bahwa kebutuhannya itu lebih tinggi daripada sekarang. Sekarang kita lihat pertumbuhan listrik cuma 7%," ungkap Jonan.

Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian ESDM dalam menyediakan tenaga listrik yang adil dan merata dengan harga yang terjangkau, maka dalam RUPTL PT PLN (Persero) 2018-2027 telah mengakomodasi hal-hal sebagai berikut: percepatan elektrifikasi terhadap 2.510 desa yang belum berlistrik, peningkatan pemanfaatan sumber energi setempat untuk pembangkit tenaga listrik (batubara mulut tambang, gas wellhead, biogas, biomassa, tenaga air, sinar matahari, dan tenaga angin), dan upaya pencapaian target porsi energi baru dan terbarukan (EBT) sekitar 23% pada tahun 2025 dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik.

Jonan menambahkan, guna memenuhi kebutuhan tenaga listrik sepuluh tahun ke depan, PT PLN (Persero) telah merencanakan pembangunan infrastruktur penyediaan tenaga listrik antara lain: total pembangkit tenaga listrik sebesar 56.024 MW, total jaringan transmisi sepanjang 63.855 kms, total gardu induk sebesar 151.424 MVA, total jaringan distribusi sepanjang 526.390 kms, dan total gardu distribusi sebesar 50.216 MVA.

Kementerian ESDM terus mendorong pengembangan EBT dengan harga yang terjangkau. RUPTL PT PLN (Persero) 2018-2027 ini telah mengakomodasi pemanfaatan EBT dalam perencanaan pembangunan pembangkit tenaga listrik. Hal ini terlihat dari porsi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik pada tahun 2025 mencapai 23% atau lebih tinggi daripada porsi EBT pada RUPTL PLN 2017-2026 sebesar 22,6%.

"Secara rinci porsi bauran energi pembangkitan tenaga listrik pada tahun 2025 yaitu EBT (23%) Batubara (54,4%) Gas (22%) dan BBM (0,4%)," ungkap Jonan. Sesuai dengan ketentuan Pasal 14 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik, RUPTL PT PLN (Persero) 2018-2027 disahkan oleh Menteri ESDM. (PSJ)

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center