Menteri Jonan Buka Rangkaian Hari Listrik Nasional ke-74

Menteri ESDM Ignasius Jonan membuka rangkaian peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-74, Rabu (9/10/2019), di Jakarta Convention Center. Peringatan HLN ke-74 ini dimeriahkan dengan Seminar dan Pameran yang digelar hingga Jumat (11/10/2019).

Peringatan HLN ke-74 ini dilaksanakan oleh Masyarakat Ketenagalistrikan Nasional (MKI) dengan tema 'Keberlanjutan Sektor Ketenagalistrikan dalam Menghadapai Era Industri 4.0'. Ketua MKI Supangkat Iwan Santoso mengatakan bahwa HLN ini merupakan ketujuh kalinya MKI melaksanakan seminar dan pameran.

Dalam sambutannya Jonan mengatakan bahwa Kementerian ESDM telah mencatat peningkatan pasokan listrik nasional sebanyak 40%. Ia mengatakan, pada 2014 kapasitas listrik terpasang Indonesia mencapai 50 Giga Watt (GW), hingga saat ini telah mendekati 70 MW. Jumlah tersebut akan bertambah seiring beroperasinya pembangkit listrik program kelistrikan 35.000 MW.

Kapasitas terpasang pembangkit listrik Indonesia disebut Jonan masih tergolong kecil dibandingkan negara-negara maju lainnya. Hingga 2024 kapasitas listrik terpasang diperkirakan baru mencapai 100 gigawatt (GW). "2024 nanti direncanakan akan tambah jadi total 90 GW. Meneruskan program 35 GW yang belum selesai karena banyak yang sedang konstruksi," kata Jonan.

Dalam kesempatan yang sama Jonan mengatakan bahwa rasio elektrifikasi merupakan salah satu capaian dalam Pemerintahan Presiden Jokowi. Ia menyebut rasio elektrifikasi sampai Oktober 2019 telah mencapai sebesar 98,83 persen. Pencapaian itu melebihi Rencana Pemerintah Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 97,6 persen di akhir 2019. "Harapannya rasio elektrifikasi tahun ini mencapai 99 persen, target Bappenas di RPJMN ?97,5 persen jadi kita lebih jauh," kata Jonan.

Jonan juga ?mengungkapkan tantangan selanjutnya adalah meningkatkan konsumsi listrik per kapita. Dia menyebut konsumsi listrik per kapita idealnya harus melebihi pertumbuhan ekonomi.
Jonan meminta PT. PLN (Persero) agar lebih kreatif mendorong penggunaan kendaraan listrik. Selain penggunaan kendaraan listrik, Jonan juga mengimbau agar PLN mendorong menggunakan kompor induksi listrik. Menurutnya dengan menggunakan kendaraan listrik dan kompor induksi listrik bisa mengurangi gas buang, mengurangi impor energi dan langit lebih bersih, serta biaya kesehatan pun makin mengecil.

Jonan menegaskan agar masyarakat mempunyai concern besar terhadap global warming, caranya adalah dengan mendorong energi baru dan terbarukan (EBT). Menurutnya salah satu cara yang tepat meningkatkan bauran EBT adalah mendorong PLTS Atap, karena PLTS Atap merupakan jalan paling cepat untuk meningkatkan bauran energi EBT dan menyelamatkan lingkungan dari pemanasan global. (AT)