Presiden Jokowi Resmikan SPKLU Ulta Fast Charging Pertama di Indonesia

Dalam rangka mendukung operasional kendaraan delegasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (G20) di Bali pada Oktober 2022 nanti, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan tipe ultra fast charging pertama di Indonesia. Peresmian dilaksanakan di Sentral Parkir ITDC Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat (25/03/2022).

Hadirnya mobil listrik sebagai kendaraan resmi delegasi negara-negara G20 disebut Jokowi menjadi wujud komitmen Indonesia mendukung transisi energi. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat meresmikan. Presidensi G20 disebut Jokowi sebagai kesempatan emas Indonesia untuk menunjukkan komitmen dalam pengurangan emisi melalui penggunaan mobil listrik selama KTT berlangsung.

"Melalui penggunaan mobil listrik selama KTT G20 juga sekaligus sebagai showcase bahwa negara kita negara Indonesia menjadi negara terdepan dalam pengembangan kendaraan listrik," ucap Jokowi.

Melalui presidensi G20 ini, Jokowi ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tengah tumbuh dan berkembang cepat. Percepatan ekosistem kendaraan bermotor listrik disebut Jokowi sebagai bagian dari desain besar pemerintah dalam melaksanakan transisi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

Presiden mengapresiasi PLN yang telah menyiapkan 60 SPKLU Ultra Fast Charging 200KW, dan 150 titik fasilitas home charging untuk mendukung KTT G20. SPKLU Ultra Fast Charging disebut memiliki keunggulan pengisian sangat cepat dan fitur distribusi dinamis sehingga dapat mengisi dua mobil sekaligus. Lokasi SPKLU tersebut antara lain akan ditempatkan di Bandara Ngurah Rai, Kempinski, Bali Nusa Dua Convention Center, Bali Turtle Island Development, Mangrove Tahura, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, dan 14 hotel penginapan para kepala negara.

Dalam peresmian tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa PLN siap mendukung pemerintah dengan menyiapkan infrastruktur dan kendaraan operasional dari kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) sebagai etalase aksi pengurangan emisi karbon.

"Untuk jangka panjang, infrastruktur ini kami sediakan tak hanya untuk pertemuan KTT G20, tetapi juga memang kami masifkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dalam penggunaan kendaraan listrik," ujarnya dikutip dalam laman resmi PLN.

Pembangunan 60 unit SPKLU ultra fast charging 200 kilo watt (kW) untuk pengisian listrik 656 unit kendaraan listrik membutuhkan investasi senilai Rp 72,84 miliar. Dengan SPKLU ultra fast charging ini, pengisian daya mobil listrik hanya membutuhkan waktu kurang dari 30 menit per kendaraan.

Selain membangun SPKLU Ulta Fast Charging, PLN juga membangun 21 unit SPKLU fast charging serta menyediakan 150 unit home charging sebagai bentuk dukungan terhadap KTT G20. Darmawan mengatakan SPKLU ultra fast charging dan home charging telah memiliki renewable energy certificate /REC atau sertifikasi energi terbarukan. (PSJ)