Presidensi G20 Perkuat Pencapaian Akses Energi Global

Pemerintah berharap Indonesia dan negara-negara lain dapat sama-sama belajar dalam mencapai akses energi global dan transisi energi yang bersih, adil, dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana saat membuka Webinar Series G20, Achieving Global Energy Access Goals in the Decade of Actions, Rabu (27/04/2022).

Webinar dengan tema "Mencapai Tujuan Akses Energi Global dalam Satu Dekade Implementasi" ini diselenggarakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku tuan rumah G20 bersama dengan Sustainable Energy for All (SEforALL). Webinar ini menghadirkan pembicara Internasional untuk berbagi pengalaman dalam program penyediaan akses energi di berbagai negara.

"Saya sangat senang bahwa kita dapat berkumpul secara virtual untuk mendiskusikan bagaimana mencapai akses energi global melalui ambisi kita terhadap Kesepakatan Global Percepatan Transisi Energi," ujar Rida.

Akses energi disebut Rida telah menjadi isu prioritas yang penting di dalam G20 mengingat signifikansi dampaknya dalam mencapai tujuan dari Sustainable Development Goals-7 (SDG7). Penyediaan aksesibilitas energi di dalam suatu negara berperan krusial dalam mendorong pemulihan ekonomi negara tersebut dari pandemi secara inklusif dan berkelanjutan. Keberadaan akses energi yang bersih dan berkelanjutan juga penting untuk mencegah krisis energi di masa depan yang mungkin timbul secara global.

Presidensi G20 tahun ini menggarisbawahi bahwa untuk dapat mendukung penyediaan akses energi bersih berupa akses memasak dan listrik bersih diperlukan kerjasama internasional multi-level antara negara G20.

"Transisi energi berkelanjutan merupakan salah satu tema dalam Kepresidenan Indonesia G20, yang juga menekankan pada penyediaan akses energi sebagai prasyarat yang penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di pulau-pulau terpencil dan terluar," ucap Rida.

Membutuhkan Dukungan Pemangku Kepetingan

Untuk mencapai akses energi global dibutuhkan upaya ekstra dan kerja sama berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara. Indonesia disebut Rida sedang dalam perjalanan untuk mencapai akses energi global. Poin pertama yang menurutnya penting adalah tiga prinsip utama yaitu kecukupan pasokan listrik, kualitas pasokan listrik, dan harga listrik yang terjangkau.

"Indonesia telah menetapkan target 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada tahun 2025. Pada akhir tahun 2021, kami telah mencapai 14 persen pangsa energi terbarukan dalam bauran energi nasional kami untuk pembangkit listrik," ucap Rida.

Saat ini Indonesia sedang bertransisi menuju sumber daya energi yang lebih bersih dan diproyeksikan akan sepenuhnya terdekarbonisasi pada tahun 2060 atau lebih awal. Untuk tujuan ini, berbagai upaya tengah disiapkan dan dilaksanakan, seperti tidak ada tambahan pembangkit listrik tenaga batubara baru kecuali yang sudah dikontrak atau sedang dibangun dan penambahan pembangkit setelah tahun 2030 hanya berasal dari EBT. Kementerian ESDM sendiri disebut akan memiliki tambahan 21 GW pembangkit listrik energi terbarukan pada tahun 2030. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengkonversi pembangkit listrik berbahan bakar diesel menjadi sumber energi terbarukan seperti dari tenaga surya yang berpotensi menghasilkan sekitar 1 GW energi yang lebih bersih.

Diskusi dalam webinar ini mengarah kepada G20 yang memiliki potensi besar sebagai aktor kunci dalam mendorong pencapaian akses energi dalam dekade ini. Pertumbuhan ekonomi yang layak dan prospek pasar yang menjanjikan dikombinasikan dengan inovasi dalam bisnis, teknologi, dan pembiayaan akan merangsang investasi lebih lanjut dan kemitraan internasional dalam akses energi berkelanjutan.

Webinar ini memperkuat rekomendasi, praktik, dan pengalaman dalam akses energi berkelanjutan sebagai dukungan ETWG G20 di tingkat Menteri. Harapannya, kebutuhan ini juga dapat dipromosikan ke forum Pemimpin G20 sebagai bagian integral dari Strategi Komprehensif G20 untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Global.

"Saya berharap webinar hari ini memungkinkan kita untuk bertukar informasi dan belajar dari praktik terbaik satu sama lain tentang bagaimana berkontribusi lebih signifikan terhadap pencapaian akses energi global," tutup Rida (AT)