Public Launcing KBLBB, Komitmen Pemerintah Kurangi Impor BBM

Pemerintah melalui inisiasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif melakukan Public Launching Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), Kamis (17/12). Hadir dalam acara yang diselenggarakan secara virtual, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Kepala Staf Kepresidenan, Gubernur seluruh Indonesia, pimpinan BUMN, swasta, asosiasi, perguruan tinggi, dan media yang menjadi unsur-unsur pentahelix ekosistem KBLBB. Melalui public launching ini, pemerintah berkomitmen menggalang dukungan semua pihak untuk menggunakan KBLBB dan mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Dasar pemikiran Program KBLBB tersebut adalah untuk meningkatkan Ketahanan Energi Nasional dengan mengurangi ketergantungan impor BBM, yang akan berdampak positif dalam pengurangan tekanan pada Neraca Pembayaran Indonesia akibat impor BBM," tutur Arifin.

Saat ini konsumsi BBM Indonesia sekitar 1,2 juta barel oil per day (bopd), kebutuhan BBM tersebut sebagian besar dipasok dari impor. Dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang tinggi, ketergantungan pada BBM impor akan terus meningkat. KBLBB ini disebut Arifin sebagai solusi atas persoalan tersebut.

Pada tahun 2030, berdasarkan skenario awal grand design energi diproyeksikan terjadi penghematan devisa akibat pengurangan impor BBM setara 77 ribu bopd yang dapat menghemat devisa sekitar US$1,8 miliar dan menurunkan CO2 sebesar 11,1 juta ton CO2-e.

Untuk mencapai kondisi tersebut, jumlah kendaraan listrik tahun 2030 ditargetkan sekitar2 juta unit untuk kendaraan roda-4 dan 13 juta unit untuk kendaraan roda-2.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara tersebut menegaskan bahwa Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi produsen KBLBB. Menurutnya banyak investor baik asing maupun dalam negeri yang telah melirik potensi tersebut.

"Potensi Indonesia sebagai produsen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sangatlah besar. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa investor asing yang telah menanamkan sahamnya untuk memproduksi KBLBB," katanya.

Ia berharap kebijakan ini dapat menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah dalam pemulihan ekonomi di tengah pandemi, sekaligus sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas kesehatan melalui lingkungan hidup yang bebas polusi. Ia juga mengajak seluruh Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, dan BUMN/BUMD untuk menjadi pionir penggunaan KBLBB, khususnya sebagai kendaraan operasional di lingkup instansi masing-masing.

Salah satu Kementerian yang telah menggunakan KBLBB sebagai kendaraan Dinas adalah Kementrian Perhubungan. Pada 2021, Kemenhub akan mengalokasikan kendaraan listrik sebanyak 100 unit yang akan digunakan untuk para pejabat eselon I dan II di lingkungan Kemenhub.

"Kami dan pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Perhubungan juga telah resmi berganti dari bahan bakar fosil menjadi mobil listrik," ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Komitmen KBLBB dari berbagai instansi terus dikumpulkan dan dijembatani oleh Kementerin ESDM. Saat ini sudah disiapkan situs di alamat esdm.go.id/kblbb sebagai media komunikasi dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap KBLBB ini. Ke depan akan disiapkan Dashboard Percepatan Program KBLBB yang dapat diakses oleh publik dalam website tersebut. (PSJ)