Sinergikan Pemangku Kepentingan, Dirjen Gatrik Instruksikan PLTMG Bintan 9 MW Segera Beroperasi

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng Jumat (9/3) meninjau proyek relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin gas (PLTMG) berkapasitas total 9 MW yang berada di kawasan Teluk Sasah Seri, Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Andy meninjau kesiapan proyek sekaligus mempertemukan para pemangku kepentingan guna mempercepat beroperasinya PLMTG tersebut.

Sebagai informasi PLTMG 9 MW ini direlokasi dari 2 x 3 MW PLTMG Tokojo dan 3 MW PLTMG Dompak. PLTMG tersebut berbahan bakar gas yang akan dipasok dari CNG yang dibawa dari terminal gas milik PT PLN Batam di Panaran Batam. Kunjungan ini disebut Andy untuk memastikan sinergitas antar instansi seperti pemasok gas, pemerintah daerah, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Tanjung Uban, dan PT PLN (Persero) sehingga komitmen untuk mendukung tumbuhnya industri dan pariwisata di pulau Bintan semakin nyata.

Dalam kunjungan tersebut Andy mendapat laporan keterlambatan pengoperasian PLTMG ini. Keterlambatan tersebut disebabkan oleh izin sandar tongkang pengangkut bahan bakar CNG dari Batam belum belum diberikan oleh instansi terkait, sehingga kapal pengangkut bahan bakar PLTMG tersebut belum dapat bersandar di Teluk Sasah selama empat bulan.

Dengan belum beroperasinya PLTMG ini, PLN mengalami kehilangan potensi pendapatan sebesar 15 miliar rupiah. Selain itu kawasan industri Lobam sementara ini belum dapat dilayani sehingga harus mengoperasikan genset yang berdampak pada meningkatnya biaya operasional.

Terkait dengan hal tersebut Dirjen meminta Syahbandar Pelabuhan setempat untuk mempercepat perizinan LCT CNG tersebut sebab perizinan lain seperti dukungan pengoperasian dari Gubernur dan pemanfaatan garis pantai dari PT Pelabuhan Kepri telah ada. Selain itu Andy juga memastikan mitigasi risiko untuk keselamatan keteknikan di bidang gas sebagai bahan bakar pembangkit juga telah diupayakan secara maksimal oleh PLN. PLTMG yang dipasok dengan CNG seperti ini disebut Andy sudah diterapkan di tempat lain oleh PLN dengan aman. "Keberlangsungan pembangkit tersebut harus diupayakan karena pembangkit ini sangat mendukung iklim investasi di Pulau Bintan," tegas Andy.

Direktur Bisnis Regional Sumatera PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto yang hadir dalam kunjungan tersebut mengungkapkan bahwa kondisi kelistrikan di Bintan saat ini sudah cukup baik. PLN menurutnya siap memasok listrik sebesar 160 MVA agar investasi di kawasan Industri dan pariwisata semakin membaik dan kabupaten Bintan dapat menjadi tujuan wisata dan investasi.

Wiluyo menambahkan, guna memenuhi kebutuhan pelanggan industri dan pariwisata di kawasan tersebut, PLN juga membangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV dan Gardu Induk 150 kV di Lagoi sepanjang 20 kilometer route (kmr) dari Gardu Induk 150 kV Sri Bintan. PLN juga membangun PLTG berkapasitas 9 MW di Teluksasah yang tidak jauh dari kawasan Lobam.

"Selain itu PLN akan menambahkan kapasitas daya di Gardu Induk Air Raja dari 60 MVA menjadi 120 MV yang di rencanakan selesai akhir Juni 2018," ungkap Wiluyo. Selanjutnya ia mengungkapkan bahwa secara bertahap kapasitas Gardu Induk Sri Bintan dan Gardu Induk Kijang akan ditambah dari semula masing-masing 30 MV menjadi 60 MVA yang diharapkan selesai akhir tahun 2018.

Upaya yang dilakukan Pemerintah bersama PLN ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Bintan, sebab kawasan ini tengah bergeliat dalam pengembangan pembangunan perumahan, bisnis, industri, dan pariwisata . "Diharapkan perekonomian di pulau Bintan semakin meningkat dan sejajar dengan pulau Batam," tutup Wiluyo. (PSJ)

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi