0

'Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis kegempaan dan pengamatan secara visual terlihat adanya peningkatan aktifitas vulkanik G. Anak Krakatau yang diikuti letusan-letusan dengan interval letusan setiap 3-6 menit, meskipun demikian letusan G. Anak Krakatau kecil kemungkian akan menimbulkan bencana, sekiranya tidak ada aktifitas penduduk dalam radius 3 Km maka status gunung tidak perlu dinaikkan", ujar Kepala Badan Geologi, Bambang Dwiyanto.

Kepala Badan Geologi, menambahkan, " data kegempaan mencatat pada periode tanggal 25 Oktober 2007 hingga tanggal 26 Oktober 2007 hingga dengan pukul 06:00 WIB, terjadi 230 kali gempa vulkanik dalam, 124 kali gempa vulkanik dangkal serta 123 gempa letusan, pengamatan secara visual teramati asap putih kelabu dengan ketinggian 100-200 meter dengan interval pemuculan 3-6 menit dan telah terjadi letusan".

Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dengan tetap melakukan aktifitas seperti biasa, mengikuti arahan Satlak PB dan Satkorlak PBP, tidak terpancing isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai letusan dan tsunami, tidak mendekati pulau gunungapi Anak Krakatau dalam radius 3 Km, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi meningkatkan pemantauan secara intensif guna mengevaluasi tingkat kegiatan.

Hak Cipta © 2019 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center