0

"Komitment peran Indonesia dalam TAGP pada dasarnya sudah terpenuhi," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Kamis (26/4) usai menutup Dialog Bisnis Gas ASEAN+3 ke 3 di Jakarta. Sebab, selain dari lapangan Natuna Barat, pipa gas dari Indonesia juga menyambung ke Singapura melalu Batam dari pulau Sumatera.

Selain berperan dalam TAGP, Indonesia juga terus melakukan Indonesian Intergrated Pipeline Gas (IIPG). Antara lain dengan membangun pipa gas dari Kangean ke Gresik terus ke Semarang. Dari Semarang menyambung ke Cirebon hingga Cilegon. Dari Cilegon juga telah tersambung dengan jaringan pipa gas yang ada di pulau Sumatera melalui proyek SSWJ.

Sedang dari Natuna Barat ada pula yang sudah tersambung ke Malaysia melalui Kertek. "Sedang Malaysia juga tengah mengembangkan PGI 1, PGI 2 dan PGI 3," ujar Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro. Selain melalui Kuala Lumpur untuk terus ke Thailand Selatan hingga ke Bangkok ada pula pipa yang melalui Kertek untuk terus ke Shongkla dekat pantai Pataya, Thailand.

Pembangunan pipa gas trans ASEAN juga menjadi salah satu topik dalam dialog tersebut. "Pembangunan TAGP terus didorong untuk mencakup sebagian besar kawasan ASEAN sehingga menyatukan kawasan ini dengan jaringan pipa gas. Untuk itu kami mengharapkan 3 mitra ASEAN terlibat dalam proyek TAGP ini," ujar Direktur Eksekutif ASEAN Centre Energy Weerawat Chantanakome.

Pembangunan pipa gas trans ASEAN diharapkan akan memberikan berbagai keuntungan dalam pemanfatan gas alam di kawasan ini. Selain meningkatkan konsumsi juga mengoptimalkan pemakaian gas alam. Terlebih lagi dibanding Eropa, konsumsi gas kawasan ASEAN masih tergolong rendah. Saat ini total konsumsi gas di ASEAN sebesar sekitar 10 BCF per day atau setara dengan konsumsi gas di Inggris.

Hak Cipta © 2018 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 18
Jakarta Pusat 10110
Telp. 021 3804242 Fax. 021 3507210
Berita Geologi Contact Center